Biar Bisa ‘Bonding’, Cak Imin dan Gus Ipul Diusulkan Satu Tenda saat Pembekalan Menteri, Bahlil dengan Airlangga dan Agus Gumiwang

Kolase Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menko Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. (Istimewa)
Para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih bakal menjalani pembekalan tahap II di Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah pada 25-27 Oktober 2024. Mereka menginap di tenda biar bisa bonding, atau terbangun ikatan psikologis satu sama lain. Untuk itu, beberapa menteri yang pernah bergesekan secara politik diusulkan berada dalam satu tenda.

Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan jika kegiatan tersebut untuk menyamakan visi dan misi presiden dengan para pembantunya di kabin. Semacam membangun bonding antaranggota kabinet.

“Itu ada penyamaan visi yang akan dilakukan di Akmil selama tiga hari. Setelah itu mulai bekerja,” kata Dasco di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10).

Melihat tujuan bonding kegiatan tersebut, yaitu ‘membangun ikatan’ Adik Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurachman Wahid, Umar Wahid, pun mengusulkan agar pembekalan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menempatkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam satu tenda.

Bacaan Lainnya

Usulan Umar Wahid itu disampaikan oleh oleh Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam. “Ini penuturan ya dari dokter Umar Wahid, adik dari Gus Dur, Paman dari Cak Imin dan juga Paman dari Gus Ipul, misalnya, yang mana dua-duanya sekarang menjadi menteri, yang satu Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, yang satu Menteri Sosial,” kata Umam, dikutip dari Dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (24/10/2024).

“Kata  Umar Wahid, kayaknya bagus juga nanti kalau di Lembah Tidar itu Cak Imin dan Gus Ipul diletakkan di dalam tenda saja. Jadi, biar emotional bounding-nya lebih kuat,” tambah Umam.

Selain Cak Imin dan Gus Ipul, Umam juga berharap pembekalan menteri Kabinet Merah Putih di Lembah Tidar bisa menyatukan Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Sebagai sebuah ikhtiar untuk melahirkan jiwa korsa, kebersamaan dengan simbol-simbol, memang ada tampaknya simbol-simbol yang sifatnya militeristik, tetapi tentu dalam konteks ini saya berharap bukan format militeristiknya itu yang ditekankan, tetapi nilai-nilai kebersamaan, nilai patriotik, kemudian menjadi karakter ksatria itu yang bisa ditularkan,” ujar Umam.

Pos terkait