4. Garam Himalaya
Sebuah studi pada 2023 menemukan garam merah Himalaya yang ditambang dari dalam tanah juga mengandung mikroplastik paling banyak, diikuti garam hitam dan garam laut. Gula juga merupakan rute penting paparan manusia terhadap polutan mikro ini, menurut sebuah studi pada 2022.
5. Nasi Instan
Nasi juga bisa mengandung mikroplastik. Sebuah studi dari University of Queensland menemukan bahwa untuk setiap 100 gram (1/2 cangkir) nasi yang dimakan orang, mereka mengonsumsi tiga hingga empat miligram plastik dan angkanya melonjak hingga 13 miligram per sajian untuk nasi instan.
Di Kanada, penelitian di University of Queensland menemukan bahwa untuk setiap 100 gram (1/2 cangkir) nasi yang dikonsumsi seseorang, terdapat tiga hingga empat miligram plastik.
Untuk mengurangi kontaminasi plastik hingga 40 persen, Anda bisa dengan mencuci beras. Hal ini juga membantu mengurangi arsenik yang bisa saja terkandung dalam beras dalam jumlah tinggi.
6. Madu
Meskipun terdengar mengejutkan, beberapa penelitian telah menemukan keberadaan mikroplastik dalam madu.
Partikel mikroplastik ini kemungkinan besar terbawa dari lingkungan melalui proses polinasi yang dilakukan oleh lebah atau dari kontaminasi selama proses pengemasan madu. Madu yang diproduksi di daerah perkotaan atau dekat dengan sumber pencemaran plastik lebih berisiko mengandung mikroplastik.
7. Gula
Beberapa jenis gula, khususnya gula rafinasi atau gula pasir yang diproses di pabrik, juga ditemukan mengandung mikroplastik.
Kontaminasi ini bisa terjadi selama proses pengolahan, pengemasan, atau distribusi gula. Mikroplastik dari lingkungan sekitar atau dari peralatan yang digunakan dalam produksi dapat mencemari produk akhir.
8. Makanan Laut
Penemuan mikroplastik dalam makanan laut disebabkan oleh pencemaran laut yang menjadi tempat akumulasi besar limbah manusia.
Berikut beberapa makanan laut yang paling rentan mengandung mikroplastik:
Ikan: Banyak ikan, terutama yang hidup di laut, telah terbukti mengandung mikroplastik di dalam organ tubuhnya.
Ikan yang menelan mikroplastik dari lingkungan laut atau yang memakan hewan laut lain yang sudah terkontaminasi, berpotensi membawa partikel mikroplastik ke dalam tubuh mereka.
Kerang dan Udang: Hewan laut seperti kerang, tiram, dan udang lebih berisiko mengandung mikroplastik karena mereka biasanya dikonsumsi utuh tanpa mengeluarkan organ dalamnya.
Hewan ini menyaring air untuk makan, sehingga mereka lebih sering menelan mikroplastik yang ada di air laut.Garam Laut: Beberapa studi telah menemukan mikroplastik dalam berbagai merek garam laut dari seluruh dunia.