Awas, Ternyata 9 Jenis Makanan yang Biasa Dikonsumsi Manusia Berpotensi Mengandung Mikroplastik Berbahaya!

Ilustrasi kandungan mikroplastik dalam kandungan makanan yang kita konsumsi. (Shutterstock).

Bahaya mikroplastik datang dari mana saja. Berbagai penelitian menemukan jika mikroplastik tak hanya terdapat pada botol air minum atau kemasan plastik lain, namun juga ‘terselip’ dalam berbagai makanan yang sering dikonsumsi manusia sehari-hari.

Menurut beberapa penelitian, mikroplastik yang terkandung dalam makanan bisa berasal dari berbagai sumber, seperti pencucian pakaian berbahan sintetis, debu industri dan sampah plastik.

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang ditemukan mengandung mikroplastik menurut sejumlah studi:

1. Daging Ayam, Sapi, Babi, Nuget, dan Tahu

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) baru saja menemukan bahwa hampir 90 persen protein yang diuji di Negeri Paman Sam itu mengandung mikroplastik.

Mengutip laporan The New York Post, para peneliti menganalisis kandungan mikroplastik dari 16 jenis sumber protein, yakni ayam, daging sapi, makanan laut, babi, tahu, dan tiga alternatif nabati dalam penelitian yang diterbitkan di Environmental Pollution.

Para peneliti mengamati lebih dari selusin protein yang biasa dikonsumsi, termasuk daging sapi, udang yang dilapisi tepung roti dan jenis lainnya, dada ayam, nugget, daging babi, makanan laut, tahu, dan beberapa alternatif daging nabati.

Hasilnya, udang yang dilapisi tepung roti mengandung plastik paling kecil, dengan rata-rata lebih dari 300 potongan mikroplastik per porsi.

Nuget nabati di urutan kedua, dengan jumlah di bawah 100 potong per porsi, diikuti oleh nuget ayam, stik ikan pollock, dan jenis udang tertentu.

Dalam studi ini, protein yang paling sedikit terkontaminasi adalah dada ayam, diikuti daging babi dan tahu.

Setelah membandingkan hasilnya dengan data konsumsi konsumen, para peneliti memperkirakan paparan rata-rata orang dewasa Amerika terhadap mikroplastik dapat berkisar antara 11.000 hingga 29.000 partikel per tahun.

2. Wortel dan Apel

Menurut studi tahun 2023, apel dan wortel ditemukan paling terkontaminasi, dengan lebih dari 100.000 mikroplastik per gram.Sementara pada wortel hanya partikel terkecil yang ditemukan.

Potongan plastik terbesar ditemukan pada selada, yang juga merupakan sayuran yang paling sedikit terkontaminasi.

3. Teh Celup
Melansir SUCHTV, untuk kantung teh dari selulosa, bisa menghasilkan sekitar 135 juta mikroplastik dalam air panas. Kemudian kantung teh berbahan nilon-6 menghasilkan lebih dari 8 juta mikroplastik.

4. Garam Himalaya

Sebuah studi pada 2023 menemukan garam merah Himalaya yang ditambang dari dalam tanah juga mengandung mikroplastik paling banyak, diikuti garam hitam dan garam laut. Gula juga merupakan rute penting paparan manusia terhadap polutan mikro ini, menurut sebuah studi pada 2022.

5. Nasi Instan

Nasi juga bisa mengandung mikroplastik. Sebuah studi dari University of Queensland menemukan bahwa untuk setiap 100 gram (1/2 cangkir) nasi yang dimakan orang, mereka mengonsumsi tiga hingga empat miligram plastik dan angkanya melonjak hingga 13 miligram per sajian untuk nasi instan.

Di Kanada, penelitian di University of Queensland menemukan bahwa untuk setiap 100 gram (1/2 cangkir) nasi yang dikonsumsi seseorang, terdapat tiga hingga empat miligram plastik.

Untuk mengurangi kontaminasi plastik hingga 40 persen, Anda bisa dengan mencuci beras. Hal ini juga membantu mengurangi arsenik yang bisa saja terkandung dalam beras dalam jumlah tinggi.

6. Madu

Meskipun terdengar mengejutkan, beberapa penelitian telah menemukan keberadaan mikroplastik dalam madu.

Partikel mikroplastik ini kemungkinan besar terbawa dari lingkungan melalui proses polinasi yang dilakukan oleh lebah atau dari kontaminasi selama proses pengemasan madu. Madu yang diproduksi di daerah perkotaan atau dekat dengan sumber pencemaran plastik lebih berisiko mengandung mikroplastik.

7. Gula

Beberapa jenis gula, khususnya gula rafinasi atau gula pasir yang diproses di pabrik, juga ditemukan mengandung mikroplastik.

Kontaminasi ini bisa terjadi selama proses pengolahan, pengemasan, atau distribusi gula. Mikroplastik dari lingkungan sekitar atau dari peralatan yang digunakan dalam produksi dapat mencemari produk akhir.

8. Makanan Laut

Penemuan mikroplastik dalam makanan laut disebabkan oleh pencemaran laut yang menjadi tempat akumulasi besar limbah manusia.

Berikut beberapa makanan laut yang paling rentan mengandung mikroplastik:

Ikan: Banyak ikan, terutama yang hidup di laut, telah terbukti mengandung mikroplastik di dalam organ tubuhnya.

Ikan yang menelan mikroplastik dari lingkungan laut atau yang memakan hewan laut lain yang sudah terkontaminasi, berpotensi membawa partikel mikroplastik ke dalam tubuh mereka.


Kerang dan Udang: Hewan laut seperti kerang, tiram, dan udang lebih berisiko mengandung mikroplastik karena mereka biasanya dikonsumsi utuh tanpa mengeluarkan organ dalamnya.

Hewan ini menyaring air untuk makan, sehingga mereka lebih sering menelan mikroplastik yang ada di air laut.Garam Laut: Beberapa studi telah menemukan mikroplastik dalam berbagai merek garam laut dari seluruh dunia.

9. Air Minum Kemasan

Satu liter air setara dengan dua botol air minum ukuran standar atau mengandung rata-rata 240.000 partikel plastik dari tujuh jenis plastik, termasuk nanoplastik, menurut sebuah studi pada Maret 2024.***