SURABAYA — Gigi bungsu, yang sering kali muncul pada rentang usia 17 hingga 25 tahun, dapat menjadi sumber masalah kesehatan yang menyebalkan bagi banyak orang. Meski telah beranjak dewasa, pertumbuhan gigi ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan, terutama akibat ruang yang terbatas di dalam rongga mulut.
Hal ini disebabkan karena tidak adanya lagi ruang yang cukup bagi gigi bungsu untuk bertumbuh. Rasa nyeri akibat gigi bungsu pun akan bertambah parah bila posisi tumbuhnya gigi miring dan menabrak gigi di sebelahnya.
Kalau sudah begitu, satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah melakukan operasi cabut gigi bungsu. Namun, sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan medis tersebut, ada baiknya Anda ketahui dulu komplikasi yang akan terjadi.
Pertumbuhan gigi bungsu sebenarnya tidak menimbulkan rasa sakit bila Anda memiliki cukup ruang dalam gusi. Namun, kebanyakan orang memiliki rahang yang terlalu kecil untuk memuat 32 gigi di dalamnya. Akibatnya, mereka akan mengalami impaksi, yaitu kondisi di mana gigi bungsu tidak bisa tumbuh keluar menembus gusi secara normal karena tidak kebagian tempat.
Gigi bungsu yang tidak kebagian tempat ini bisa tidak tumbuh sama sekali dan tetap terbenam di tulang, atau bisa juga hanya sebagian gigi yang berhasil menembus gusi, tapi biasanya posisinya tidak tegak melainkan miring.
Selain menimbulkan rasa nyeri, gigi bungsu yang tidak bertumbuh dengan sempurna ini juga sulit dibersihkan, sehingga memperbesar risiko terjadinya penimbunan plak. Plak tersebut berasal dari bakteri atau sisa-sisa makanan yang terselip di gigi bungsu.
Nah, kondisi ini bisa memicu berbagai macam masalah pada gigi, mulai dari pembusukan gigi, abses gigi, perikoronitis (infeksi pada jaringan lunak di sekitar gigi), dan selulitis (infeksi lapisan dalam yang menyerang tenggorokan, lidah, serta pipi. Meski jarang terjadi, penimbunan plak juga berisiko menyebabkan kista dan tumor pada gusi. Selain itu, pertumbuhan gigi yang tidak sempurna juga berpotensi merusak struktur gigi.