Ivan Illich menggagas pendidikan tanpa sekolah lewat konsep learning webs — jejaring pembelajaran yang membebaskan manusia dari sistem pendidikan yang menstandarkan pikiran dan menjauhkan belajar dari kehidupan.
Penulis: Redaksi Samudrafakta
Sebulan Gerak Serentak, 26 Rumah Syukur Rampung 100 Persen!
Dalam sebulan, 26 dari 97 rumah layak huni di seluruh Indonesia rampung dibangun lewat gerakan gotong royong nasional Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina (RSLHSFM).
Asal-Usul Algoritma Ternyata dari Baghdad, Bukan Silicon Valley
Jauh sebelum era komputer, Al-Khwarizmi di Baghdad sudah menulis dasar logika algoritma dan aljabar yang membentuk dunia modern.
Media yang Tak Lagi Mendidik
Fungsi edukatif media massa kian pudar. Editorial ini mengulas bagaimana jurnalisme berubah dari sekolah akal sehat menjadi pasar gaduh demi klik dan rating.
Siapa yang Menentukan Ekonomi Kita Maju atau Mundur?
Kita sering merasa tertinggal, padahal mungkin hanya karena memakai penggaris orang lain.
Zaman Penuh Cahaya Tapi Gelap: Pelajaran dari Kitab ‘Misykatul Anwar’
Kitab Misykatul Anwar karya Imam al-Ghazali menuntun manusia menemukan cahaya sejati di tengah gelapnya zaman modern — bukan dari teknologi, tapi dari hati yang bersih.
Antara Kebebasan dan Kehormatan: Menimbang Ulang Adab di Tengah Badai Media
Kasus Trans7–Lirboyo membuka perdebatan tentang batas antara kebebasan berekspresi dan kehormatan. Editorial ini menegaskan pentingnya adab pesantren sebagai penuntun moral dalam dunia media yang semakin bising.
Waktunya Timur Merebut Kembali Narasinya
Sudah terlalu lama Timur dilihat lewat mata Barat. Kini saatnya kita menulis sejarah sendiri — merebut narasi, menghidupkan kembali cahaya peradaban dari Timur.
Stop Jadi Figuran, Timur Harus Menulis Ulang Dirinya Sendiri
Di era algoritma, penjajahan belum berakhir. Timur masih ditulis oleh narasi Barat. Kini saatnya menulis ulang diri sendiri—melawan orientalisme digital dengan karya dan gagasan.
Berhentilah Melihat Diri Kita Lewat Kacamata Barat!
Peradaban sains dan logika pernah berkembang di Baghdad, Bukhara, Taxila, hingga Jawa jauh sebelum Renaisans.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









