Untuk memastikan keaslian dokumen, pemerintah Saudi akan menerapkan sistem digital baru yang melacak sertifikat vaksinasi. Pemalsuan dokumen dapat langsung terdeteksi di bandara atau pos imigrasi.
Adaptif terhadap Wabah Global
Dikutip dari The Guardian Nigeria, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan kebijakan ini akan bersifat adaptif. Jika muncul wabah baru atau situasi darurat kesehatan internasional, protokol tambahan dapat diberlakukan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO).
Kebijakan ketat ini juga menjadi bagian dari Visi Saudi 2030, yang menargetkan tata kelola haji lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Meski diakui sebagian calon jemaah mungkin merasa aturan ini memberatkan, otoritas Saudi menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi.
“Dengan penerapan yang disiplin, pelaksanaan Haji 2026 diharapkan menjadi yang paling aman dan modern dalam sejarah,” tutup pernyataan resmi itu.***





