GMO dan Park24 Siapkan Kompensasi Korban Serangan Siber Jepang

GMO dan Park24 siapkan kompensasi awal ribuan yen bagi korban peretasan sembari tolak tebusan siber. (Ilustrasi)

GMO Internet menjanjikan penggantian kerugian plus pembayaran awal 5.000 yen. Park24 menyiapkan 3.000 yen bagi pelanggan terdampak kebocoran data.

Dua perusahaan Jepang menyiapkan pembayaran kompensasi setelah insiden siber. GMO Internet dan Park24 mengumumkan langkah itu pada Senin, 26 Oktober 2026.

GMO akan mengganti kerugian akibat akses tanpa izin pada layanan perdagangan valuta asing. Perusahaan juga menjanjikan pembayaran awal 5.000 yen.

CEO Masatoshi Kumagai menyebut pembayaran itu sebagai “langkah awal iktikad baik” dalam unggahan blog, Ahad (25/10/2026). Namun nilai 5.000 yen bukan batas seluruh ganti rugi.

Bacaan Lainnya

Tolak Tebusan, Koordinasi dengan Polisi

GMO melaporkan adanya permintaan tebusan disertai ancaman pengungkapan data perusahaan dan pelanggan. Perusahaan menolak membayar dan berkoordinasi dengan polisi serta otoritas terkait.

Sementara itu, Park24 selaku operator layanan berbagi mobil Times mengumumkan pembayaran 3.000 yen. Kompensasi diberikan kepada pelanggan setelah kebocoran data pribadi.

Kedua pengumuman menunjukkan konsekuensi finansial bagi perusahaan usai insiden digital. Namun skema dan cakupan pembayaran pada masing-masing kasus berbeda.

Perhatikan Ketentuan Penerima

Bagi pelanggan, ketentuan penerima, proses pengajuan, dan cakupan penggantian menjadi hal penting. Rincian pelaksanaan akan diumumkan kemudian.

Hingga berita ini ditulis, kedua perusahaan belum merilis prosedur lengkap klaim kompensasi. Masyarakat diminta menunggu informasi resmi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan