Porsadin VII Jawa Timur resmi bergulir di Lumajang dengan melombakan 14 cabang seni dan olahraga. Para juara pertama melaju ke tingkat nasional.
Pekan Olahraga dan Seni Antar Santri Diniyah (Porsadin) ke-VII tingkat Jawa Timur resmi bergulir di Kabupaten Lumajang. Ajang dua tahunan yang berlangsung hingga Minggu, 27 September 2026, ini mempertemukan kafilah santri dari 35 kabupaten dan kota.
Kompetisi ini menjadi panggung unjuk bakat bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah. Para peraih podium pertama dipastikan mewakili Jawa Timur dalam perhelatan Porsadin Nasional di Jakarta pada November mendatang.
Wadah Olah Jiwa dan Raga Santri
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa madrasah diniyah bukan sekadar lembaga pengajian pelengkap. Lembaga ini menjadi kawah candradimuka persemaian adab dan karakter toleran.
“Dari rahim Madrasah Diniyah inilah lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan berjiwa sosial tinggi,” kata Bahtiar saat membuka kegiatan.
Sebanyak 14 cabang dipertandingkan, mulai dari Musabaqah Qiraatul Kitab Safinatun Najah, tahfiz, pidato dua bahasa, hingga cabang atletik seperti lari cepat, bulu tangkis, dan tenis meja.
Komitmen Integritas dan Kesejahteraan Guru
Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Kehadiran ribuan santri turut disambut dengan pengenalan budaya Tari Topeng Kaliwungu dan potensi wisata alam Tumpak Sewu.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah, Lukman Hakim, mengingatkan pentingnya kejujuran wasit serta perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pengajar agama di daerah.
“Bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada para Ustaz Madrasah Diniyah Takmiliyah karena menjaga kehidupan sosial tetap aman dan harmonis,” kata Lukman.***





