Kejuaraan berlangsung hingga 1 November 2026 dan menjadi tolok ukur pembentukan tim Porprov. Surabaya menargetkan sedikitnya 250 medali emas saat menjadi tuan rumah.
Kejuaraan Surabaya Rising Champion (SRC) mempertandingkan 33 cabang olahraga pada 3 September–1 November 2026. Ajang ini menjadi bagian persiapan atlet Surabaya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada Juni 2027.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka kejuaraan tersebut di halaman Balai Kota Surabaya pada Minggu malam, 13 September 2026. Ia menargetkan sedikitnya 250 medali emas ketika Surabaya menjadi tuan rumah Porprov.
“Semoga ini memberikan semangat kepada adik-adik kita agar target kita yang terbaik bisa terealisasi dengan target 250 emas ke atas ketika menjadi tuan rumah,” kata Eri.
Jumlah cabang olahraga SRC tahun ini bertambah dari 10 menjadi 33. Menurut Eri, kejuaraan tahunan tersebut memberi kesempatan kepada atlet Surabaya untuk mengasah kemampuan melalui pertandingan.
Cabang yang dipertandingkan antara lain tenis lapangan, bola basket, kriket, bola voli dalam ruangan, boling, hoki dalam ruangan, futsal, muay thai, olahraga elektronik, serta sepatu roda gaya bebas.
Eri meminta lebih banyak cabang olahraga dilibatkan pada penyelenggaraan berikutnya. Ia berharap kompetisi dapat berlangsung berkesinambungan agar atlet terus memperoleh kesempatan bertanding.
“Tahun depan harus lebih banyak cabor, karena Surabaya memiliki banyak cabor sehingga semuanya bisa mengikuti persiapan Piala Koni dan Piala Wali Kota,” ujarnya.
Tolok Ukur Tim Porprov
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya Arderio Hukom mengatakan SRC menjadi ajang untuk melihat kesiapan atlet menuju Porprov 2027. Penampilan peserta akan menjadi salah satu indikator pembentukan tim utama.
“Ini (para atlet) yang mengikuti menjadi salah satu indikator untuk menuju tim utama Porprov 2027. Kita akan segera sempurnakan untuk Porprov 2027,” kata Arderio.
Ketua Panitia Besar SRC Rahmat Haidar Pasha mengatakan kejuaraan ini sekaligus menjadi simulasi penyelenggaraan Porprov. Panitia berkoordinasi dengan KONI untuk menjadikan pelaksanaan SRC sebagai bahan evaluasi.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan KONI dan event akan menjadi bahan evaluasi tahun depan,” ujar Haidar.***





