Warga Surabaya Tak Perlu Panik Soal Sesar Aktif, Ini Langkah Kesiapsiagaan dari BPBD dan BMKG

Sesar Aktif di Surabaya
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Kelas I Pasuruan Rozikan. (Dinkominfo Surabaya)

Sesar Kendeng di Surabaya memiliki dua segmen, Surabaya dan Waru. BMKG menyebut keduanya bukan patahan baru. Kekuatan maksimum diperkirakan 6,7 dan 6,8 magnitudo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya mengimbau masyarakat tidak panik terkait sesar aktif di kota itu, tetapi diminta memahami risikonya. Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan sesar aktif membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa.

Di Jawa Timur, patahan itu disebut Sesar Kendeng. Di Surabaya terdapat dua segmen, yakni Surabaya dan Waru.

“Adanya sesar aktif ini masyarakat tidak perlu takut, bukan berarti adanya sesar tersebut bakal terjadi gempa sekarang atau sebentar lagi. Tapi, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya,” kata Irvan, dikutip Sabtu, 12 September 2026.

Bacaan Lainnya

Irvan mengatakan kesadaran bencana bersifat individual. Pemerintah Kota Surabaya melalui BPBD rutin melakukan sosialisasi di lingkungan padat penduduk, sekolah, dan perkantoran. Informasi gempa, katanya, harus merujuk sumber resmi BMKG dan BPBD.

Segmen Surabaya dan Waru

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika BMKG Kelas I Pasuruan Rozikan mengatakan sesar di Surabaya bukan patahan baru. Berdasarkan pemutakhiran data Pusat Studi Gempa Nasional pada 2017 dan 2024, struktur itu merupakan geologi purba yang teridentifikasi kembali sebagai sesar aktif.

Kedua segmen termasuk zona lipatan dan patahan Kendeng yang memanjang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Peta PuSGen 2024 memperkirakan kekuatan segmen Surabaya mencapai 6,7 magnitudo dan segmen Waru 6,8 magnitudo.

Pergerakan tahunan berbeda. Segmen Surabaya bergerak 0,5 milimeter per tahun, sedangkan Waru 1 milimeter per tahun.

Rozikan mengatakan apabila magnitudo maksimum terjadi, guncangan dapat mencapai intensitas 6 hingga 8 Modified Mercalli Intensity. Skala itu dapat merusak ringan hingga sedang pada bangunan tahan gempa, serta merusak berat hingga merobohkan bangunan tanpa struktur yang memadai.

Ia mengimbau warga memeriksa informasi resmi melalui aplikasi Info BMKG atau Pemerintah Kota Surabaya, mengenal jalur evakuasi dan titik kumpul, serta menerapkan prinsip menunduk, melindungi kepala, dan bertahan di bawah meja apabila gempa terjadi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan