Calon Petugas Haji 2027 Keluhkan Sistem Seleksi Tes CAT

Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengikuti seleksi berbasis computer assisted test (CAT) di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sabtu (5/9/2026).(KEMENTERIAN HAJI DAN UMRAH)

Sejumlah pendaftar mempertanyakan ketiadaan jadwal ujian CAT usai lolos verifikasi administrasi. Dokumen rekomendasi dan syarat izin atasan turut membingungkan para peserta.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Puji Raharjo merespons keluhan calon petugas haji 2027 ihwal ketiadaan jadwal ujian berbasis komputer atau CAT Gelombang Dua. Para pendaftar mempertanyakan hilangnya hak mengikuti ujian kendati telah berstatus lolos verifikasi administrasi.

Sebelumnya, ragam keluhan membanjiri berbagai platform media sosial. Seorang pendaftar petugas haji 2027 menyebut sistem tahun ini berbeda karena tidak semua peserta yang lolos pemberkasan berhak mengikuti ujian.

“Tahun ini tidak ada wawancara, cuma berkas. Tapi berkasnya punya nilai rangking yang menentukan ikut CAT atau tidak, sesuai tiga kali jumlah formasi,” kata pendaftar tersebut, Jumat (11/9/2026).

Bacaan Lainnya

Pendaftar itu menambahkan, sistem baru ini membuat banyak petugas berpengalaman pada tahun lalu gagal menembus ujian CAT. Hal tersebut terjadi semata-mata karena perolehan nilai berkas peserta yang bersangkutan dianggap rendah.

Selain itu, para pendaftar juga kebingungan menyangkut standar penilaian kelengkapan dokumen. Peserta mempertanyakan validitas poin surat rekomendasi dari organisasi massa maupun pesantren bagi aparatur sipil negara.

Syarat wajib melampirkan surat izin dari atasan setingkat eselon tiga atau kepala bidang turut disorot. Aturan yang semula dianggap sebagai jaminan kelayakan tersebut dinilai tetap menggugurkan banyak pendaftar secara sepihak.

Kendati demikian, sebagian peserta memilih pasrah menghadapi hasil seleksi administrasi tersebut. “Ikhtiar sudah maksimal, namun Allah berkehendak lain. Saya harus bersabar dan tawakal atas semua ketetapan,” tutur seorang calon pendaftar petugas haji 2027 lainnya.

Sistem Pemeringkatan 3N

Ihwal rentetan keluhan tersebut, Puji menegaskan bahwa status lolos verifikasi administrasi tidak otomatis menjamin pendaftar masuk tahap CAT. Kementerian saat ini menerapkan sistem skoring untuk menyeleksi kelayakan dokumen para pendaftar.

“Peserta dengan nilai terbaik kemudian diperingkat, dan yang mengikuti CAT adalah sebanyak tiga kali kebutuhan calon petugas,” ujar Puji.

Kementerian menargetkan penyaringan ketat ini mampu menghasilkan petugas yang siap mendampingi jemaah secara optimal. Puji mengimbau peserta yang lolos untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya.

“Bagi peserta yang nantinya terpilih, ada tanggung jawab besar yang menanti. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus kita jalankan secara serius, objektif, dan akuntabel,” kata Puji.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan