Majelis Ulama Indonesia memastikan buku Islam Ala Prabowo bukan produk lembaganya. Kehadiran Ketua Umum MUI di acara peluncuran murni sebagai pembaca doa.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. M. Cholil Nafis menyatakan bahwa buku Islam Ala Prabowo bukanlah program maupun produk dari lembaganya. Pernyataan ini merespons polemik di ruang publik mengenai keterkaitan MUI dengan buku tersebut.
“Segala isi, pandangan, narasi, maupun proses penerbitan buku tersebut merupakan tanggung jawab pihak yang menerbitkan dan menulisnya,” kata Cholil merujuk pada edaran resmi MUI, Kamis (10/9/2026).
Polemik Pencatutan Nama
Sebelumnya, buku Islam Ala Prabowo diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI pada 26 Agustus 2025. Perbincangan mengenai buku ini kembali mencuat pada awal September 2026.
Ihwal polemik ini bermula saat sejumlah tokoh mengklarifikasi dugaan pencatutan nama mereka. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan K.H. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar menegaskan tidak pernah mengirimkan tulisan.
Selain itu, publik menyoroti kehadiran Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar dalam peluncuran buku. Cholil menjelaskan bahwa Anwar hadir murni dalam kapasitasnya sebagai pembaca doa di agenda tahunan Baznas tersebut.
“Kehadiran beliau tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk bahwa buku Islam Ala Prabowo merupakan produk MUI,” ujar Cholil.

Menyikapi perdebatan yang ada, MUI meminta masyarakat untuk tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan. Lembaga ini berharap publik mengedepankan prinsip tabayun serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“MUI mengajak seluruh pihak mengedepankan tabayun, ukhuwah, etika komunikasi, dan penyelesaian secara bijaksana,” kata Cholil.***





