Damar Wishnu Dewangga, Penari Cilik Tulungagung yang Tampil di Istana Negara

Damar Penari Cilik
Damar (memegang bendera merah putih), penari cilik asal Tulungagung. - Istimewa

Usianya baru 9 tahun. Damar Wishnu Dewangga, penari cilik asal Tulungagung, tampil bersama 100 penari Jawa Timur di Istana Negara pada puncak HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/2026).

Damar menjadi sorotan karena merupakan penari paling muda dalam rombongan Jawa Timur. Meski masih duduk di kelas IV SD, ia tampil energik, lincah, dan percaya diri di hadapan para pejabat serta tamu undangan.

Bakat menari Damar tumbuh dari lingkungan keluarga. Ayahnya, Bramanto Isworo, memiliki grup kesenian jaranan bernama Krido Manggolo.

Sejak duduk di taman kanak-kanak, Damar sudah tertarik mengikuti latihan dan pertunjukan jaranan bersama grup milik ayahnya.

Bacaan Lainnya

“Awalnya Damar tertarik ikut menari jaranan di grup saya, yakni Krido Manggolo. Tapi saat kelas 1 SD, Damar dimasukkan ke sanggar tari agar lebih terarah,” ujar Bramanto, dikutip Senin (17/8/2026).

Dari Jaranan hingga Panggung Istana

Bakat Damar berkembang cukup cepat. Saat kelas II SD, ia terpilih tampil sebagai penari di Grahadi dalam peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada Juli 2026, Damar kembali mendapat kesempatan tampil dalam Festival Garudeya Mahambara di Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.

Kesempatan tampil di Istana Negara datang ketika persiapan pertunjukan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia dimulai. Damar dipilih oleh koreografer Jawa Timur untuk menjadi bagian dari 100 penari yang mewakili provinsi tersebut.

“Saat ada persiapan untuk pentas di Istana Negara, Damar dipilih koreografer dari Jawa Timur,” kata Bramanto.

Dalam pertunjukan tersebut, Damar mendapat posisi sebagai center of point. Ia tampil atraktif membawakan tari Jaranan Senterewe.

Penampilan Damar semakin mencuri perhatian ketika pada akhir pertunjukan ia membawa dan melambaikan bendera kepada para pejabat serta tamu undangan di Istana Negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan