Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo Libatkan 3 Helikopter

Pemadaman kebakarran Gunung Bromo
Pemerintah mengerahkan tiga helikopter untuk memadamkan kebakaran Gunung Bromo, Ahad (9/8/20026). --Dok Humas Pemprov Jatim

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dikebut. Tiga unit helikopter dikerahkan untuk melancarkan operasi water bombing, menyasar titik-titik api di kawasan terjal yang mustahil dijangkau pasukan darat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung meninjau lokasi, Ahad (9/8). Peninjauan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Kehutanan, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi bencana di kawasan konservasi tersebut.

Raja Juli menegaskan kembali instruksinya agar kawasan TNBTS ditutup sementara secara total. Langkah ini diambil supaya seluruh unsur bisa fokus memadamkan api sekaligus mencegah munculnya titik api baru di lokasi lain. “Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa aspek keselamatan warga menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah penanganan. “Safety first, yang menyangkut nyawa warga negara,” tegas Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis.

Tiga Helikopter Serbu Titik Api di Kelerengan Sulit

Untuk mempercepat pengendalian, tiga helikopter kini beroperasi penuh mendukung pemadaman dari udara. Raja Juli menjelaskan, operasi udara difokuskan pada titik api yang tak mungkin ditangani efektif lewat jalur darat.

“Terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” katanya.

Sementara itu, pasukan darat tetap bergerak memadamkan api secara langsung sekaligus membangun sekat bakar untuk mencegah api menjalar lebih luas. Sayangnya, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dipastikan belum bisa dilakukan dalam 10 hari ke depan.

Luas Areal Terbakar Tembus 520 Hektare

Data terbaru per pagi Minggu (9/8) menunjukkan luas areal terdampak kebakaran di kawasan TNBTS diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare. Angka ini masih bersifat sementara dan terus diperbarui lewat verifikasi serta pemantauan lapangan.

Emil Dardak menjelaskan, prioritas pemadaman udara saat ini difokuskan di kawasan puncak B29 di sisi paling timur. Selain cuaca, ketersediaan air untuk pemadaman menjadi kendala teknis yang dihadapi tim di lapangan.

“Beberapa sudah padam dan dijaga pasukan darat yang melakukan pengawasan,” ujarnya, menambahkan bahwa tim di sisi barat juga sudah disiagakan sebagai langkah antisipasi.

Tinggalkan Balasan