Pengelolaan KBS, Tak Boleh Hanya Andalkan Penjualan Tiket dan Atraksi Satwa

KBS
Kebun Binatang Surabaya (KBS). - Dinkominfo Surabaya

Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman (experiential tourism), bukan sekadar mengandalkan penjualan tiket masuk.

Pandangan tersebut disampaikan Program Coordinator Creative Tourism Universitas Kristen Petra (UK Petra), Devi Destiani Andilas, S.E., MM.Par., yang menilai KBS memiliki modal kuat untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih edukatif, interaktif, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan non-tiket.

Didirikan pada 31 Agustus 1916, Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jawa Timur yang selama ini menjadi tujuan rekreasi keluarga maupun wisata edukasi.

“Kebun binatang konvensional umumnya memang hanya mengandalkan tiket dan atraksi sederhana. Tetapi KBS tidak boleh mengandalkan hal ini saja. Jika dilihat dari experiential tourism, ada banyak potensi yang bisa dieksplorasi agar pengunjung tidak merasa monoton,” ujar Devi, Kamis (6/8/2026).

Bacaan Lainnya

Usulkan Behind the Scene Tour

Salah satu inovasi yang ditawarkan Devi adalah menghadirkan konsep behind the scene tour, yakni mengajak pengunjung melihat langsung aktivitas di balik operasional kebun binatang.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan memberikan nilai edukasi yang jauh lebih kuat dibanding sekadar melihat satwa dari balik kandang.

“Pengunjung bisa diajak tur behind the scene. Seperti di Jakarta Aquarium ada show mermaid, lalu pengunjung diberi kesempatan masuk ke balik tabung untuk melihat aktivitas staf memberikan makan dan perawatan. Nah, di KBS hal ini bisa menjadi edukasi profesi pengelola satwa yang memorable,” jelasnya.

Feeding Animals Perlu Naik Kelas

Selain tur di balik layar, Devi juga mendorong agar aktivitas feeding animals atau memberi makan satwa dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih mendalam.

Ia menilai pengunjung, terutama pelajar dan mahasiswa, akan lebih tertarik apabila dilibatkan langsung dalam proses penyusunan nutrisi satwa hingga simulasi penyiapan pakan.

“Kalau mau memberikan experience, pengunjung bisa diajak terlibat dalam prosesnya. Misalnya melihat proses penyiapan nutrisi (meal plan), menyusun variasi makanan satwa, bahkan menyaksikan simulasi penyiapan live feeding bersama petugas. Kegiatan ini pasti diminati,” katanya.

Membership Sekolah Berbasis Kurikulum

Berdasarkan pengamatannya, masyarakat Surabaya dan sekitarnya cukup sering berkunjung ke KBS sebagai ruang terbuka hijau untuk rekreasi keluarga.

Namun, menurut Devi, potensi terbesar justru berada pada pasar wisata edukasi untuk siswa TK, SD hingga SMP.

Ia mengusulkan agar KBS mengembangkan program membership sekolah yang disusun berdasarkan kurikulum pendidikan.

“Tim pemasaran KBS harus jeli membedah kurikulum sekolah. Apa yang dipelajari di kelas, itu yang diintegrasikan dengan aktivitas di KBS. Misalnya materi metamorfosis, rantai makanan, atau ganti kulit ular. KBS bisa membuat paket lima kali kunjungan dalam setahun dengan tema berbeda sesuai materi pelajaran. Kalau dipaketkan, biayanya juga lebih terjangkau,” paparnya.

Acara Tematik dan Venue Bisa Jadi Sumber Pendapatan Baru

Selain mengembangkan paket edukasi, Devi menilai KBS tidak harus memperluas kawasan untuk meningkatkan daya tarik wisata.

Optimalisasi fasilitas yang telah dimiliki melalui penyelenggaraan seasonal event maupun penyewaan area bagi perusahaan dan komunitas dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru.

Ia mencontohkan berbagai aktivitas edukatif yang dapat dikemas secara berkala, seperti tur koleksi kerangka satwa, edukasi konservasi, hingga pengenalan proses pemakaman satwa sebagai bagian dari pembelajaran mengenai siklus kehidupan.

“Misalnya membuat tur kerangka fosil hingga edukasi pemakaman satwa yang dibuka secara berseri pada bulan-bulan tertentu agar pengunjung tidak bosan. Selain itu, area terbuka KBS yang luas sangat potensial disewakan untuk acara perusahaan maupun kegiatan komunitas,” ujarnya.

Wisata Berbasis Pengalaman Jadi Kunci Transformasi KBS

Devi berharap inovasi produk wisata berbasis pengalaman mampu mendorong Kebun Binatang Surabaya bertransformasi menjadi destinasi edukasi modern yang tidak hanya menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.

Menurutnya, melalui pengemasan produk wisata yang kreatif, KBS dapat memperkuat fungsinya sebagai pusat edukasi konservasi sekaligus destinasi wisata keluarga yang berkelanjutan.***

Pos terkait