Sebutan trio kancil dari Presiden Prabowo Subianto untuk tiga elite partai politik dinilai memiliki makna ganda. Publik bisa menafsirkan kelincahan strategi itu sebagai kecerdikan sekaligus kelicikan.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menyoroti sebutan “trio kancil” yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto kepada tiga petinggi partai politik. Istilah tersebut dinilai memiliki beragam penafsiran yang tidak bisa dilepaskan dari asosiasi karakter hewan kancil dalam cerita rakyat.
Sebelumnya, Prabowo berseloroh menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai tiga kancil. Menurut Jamiluddin, kancil identik dengan sosok yang cerdik dan mampu menemukan strategi untuk keluar dari persoalan.
“Penggunaan kata repot dan berbahaya bisa jadi karena kancil dalam cerita rakyat sering dikiaskan cerdik dan cenderung licik,” kata Jamiluddin kepada wartawan, pada Jumat (24/7/2026).
Tafsiran Panggung Depan dan Belakang
Ihwal julukan tersebut, Jamiluddin menilai publik bisa saja menafsirkan candaan Prabowo secara serius. Di satu sisi, kecerdikan ini bermakna positif dalam ranah politik modern karena mencerminkan kelincahan, loyalitas, dan kepiawaian meracik strategi.
“Prabowo bisa jadi menyematkan kancil kepada tiga tokoh tersebut semata dalam konteks politik modern. Setidaknya hal itu dilihat dari perspektif panggung depan,” ucapnya.
Selain itu, Jamiluddin memaparkan adanya perspektif panggung belakang yang berpotensi memunculkan persepsi berbeda dari masyarakat. Dalam politik, kecerdikan kerap dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan tertentu karena setiap pergerakan bergantung pada kepentingan.
Prabowo pertama kali melontarkan julukan itu saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis malam, 23 Juli 2026. Ia sempat berkelakar bahwa jika ketiganya berkumpul, situasinya bisa menjadi repot dan berbahaya.
“Tampaknya di sinilah peluang merepotkan dan membahayakan bila kancil berkumpul sebagaimana candaan Prabowo namun bermakna ganda,” kata Jamiluddin. ***





