Robot Sepak Bola ITS Raih Juara 3 Best Custom Humanoid Robot di RoboCup 2026

Robot Sepakbola ITS
Tim robot humanoid Ichiro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). - Humas ITS

Robot sepak bola ITS kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Tim robot humanoid Ichiro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih penghargaan 3rd Place Best Custom Humanoid Robot pada ajang RoboCup 2026 yang digelar di Songdo Convensia, Incheon, Korea Selatan.

Prestasi robot sepak bola ITS tersebut melengkapi keberhasilan tim robot beroda IRIS ITS yang sebelumnya juga menorehkan prestasi pada kompetisi robotika dan kecerdasan buatan (AI) bergengsi tingkat dunia itu.

RoboCup 2026 diikuti lebih dari 3.000 peserta dari 45 negara. Tim Ichiro ITS berkompetisi pada divisi Small League kategori Humanoid Soccer League (HSL), yakni kompetisi robot sepak bola yang menguji kemampuan robot bergerak secara otonom, mengenali bola, menentukan posisi di lapangan, hingga mengambil keputusan tanpa kendali manusia.

Ketua Tim Ichiro ITS, Oktab Bahar Rahmadani, mengatakan penghargaan tersebut diraih berkat inovasi yang dikembangkan mahasiswa ITS pada aspek mekanikal, elektrikal, dan perangkat lunak.

Bacaan Lainnya

“Robot rakitan kami terbukti sepadan dengan teknologi luar,” ujar mahasiswa Departemen Teknik Elektro ITS itu, Selasa (14/7/2026).

Menurut Oktab, robot sepak bola ITS membawa sejumlah pembaruan teknologi pada RoboCup 2026. Tim mengembangkan slider mechanism untuk meningkatkan fleksibilitas gerak, fitur smart hotswap, serta sistem localization yang lebih presisi.

Seluruh inovasi tersebut dipadukan dengan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) sehingga robot mampu bergerak secara mandiri, mengenali kondisi lapangan, dan mengambil keputusan secara cepat saat pertandingan berlangsung.

Keberhasilan Tim Ichiro ITS juga didukung dosen pembina Muhtadin ST MT dan Moh Ismarintan Zazuli STrT MT, bersama seluruh anggota tim yang terlibat dalam pengembangan robot.

Oktab mengakui persaingan di RoboCup 2026 tidak mudah. Banyak peserta memperoleh dukungan dana riset besar dari perusahaan teknologi dunia. Meski demikian, tim ITS mampu memanfaatkan kelemahan lawan untuk menyusun strategi pertandingan.

“Kami jeli memanfaatkan kelemahan lawan untuk menyusun strategi mencetak gol,” katanya.

Pengembangan robot sepak bola ITS tidak hanya ditujukan untuk kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari riset kecerdasan buatan dan otomasi cerdas yang berpotensi diterapkan pada berbagai sektor industri di masa depan.

Prestasi di RoboCup 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi ITS sebagai salah satu pusat pengembangan robotika dan AI di Indonesia. Tim Ichiro pun berkomitmen terus menyempurnakan performa robot agar mampu meraih gelar juara pada kompetisi berikutnya.

“Tim Ichiro berkomitmen akan terus menyempurnakan performa robot agar mampu meraih posisi juara pertama pada kompetisi berikutnya,” tutup Oktab.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan