Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman The Fed Masih Mengintai

Ilustrasi: Rupiah menguat tipis setelah harga minyak turun, tetapi arah suku bunga The Fed masih menjadi bayang-bayang bagi pasar keuangan Indonesia.

Nilai tukar rupiah berhasil naik tipis ke Rp17.943 per dolar AS setelah harga minyak mentah turun tajam, meski pasar tetap waswas dengan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Rupiah ditutup menguat 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp17.943 per dolar AS pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga ikut menguat ke Rp17.942 per dolar AS, sementara indeks dolar AS melemah tipis ke 101,51.

Penguatan ini terutama didorong anjloknya harga minyak mentah WTI di bawah level 70 dolar per barel. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan penurunan harga minyak terjadi setelah Selat Hormuz mulai kembali normal pasca-konflik di Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Menteri Energi AS Chris Wright menyebut aliran minyak melalui selat tersebut hampir pulih, dengan lebih dari 20 juta barel melewati jalur penting itu dalam sehari. Oman dan Qatar juga turut mendukung pembukaan jalur pelayaran.

Penguatan yang Rapuh

Meski begitu, Ibrahim menilai penguatan rupiah masih rapuh. Pasar masih mencermati perpecahan di internal The Fed, bank sentral Amerika Serikat. Delapan dari 19 anggota dewan memperkirakan kenaikan suku bunga akhir tahun ini, sementara mayoritas memilih mempertahankan suku bunga saat ini.

Situasi ini membuat investor enggan mengambil risiko besar pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Bank Indonesia sendiri baru saja menaikkan BI Rate ke 5,50 persen pada 9 Juni lalu untuk menjaga stabilitas.

Analis Lukman Leong memproyeksikan rupiah pada Jumat (26/6/2026) bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan ini sangat bergantung pada rilis data indeks harga PCE, ukuran inflasi favorit The Fed, dari Amerika Serikat.

Pasar tampaknya masih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter AS sebelum rupiah bisa bergerak lebih mantap.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan