Sejarah di Balik Penetapan 31 Mei sebagai Hari Jadi Kota Surabaya

HJKS ke 733
Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026). - Diskominfo Surabaya
Hari Jadi Kota Surabaya tak lahir dari seremoni administratif, melainkan dari jejak perlawanan Raden Wijaya terhadap pasukan Mongol pada 1293.

Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang diperingati setiap 31 Mei menyimpan jejak sejarah panjang. Tanggal itu merujuk pada pertempuran Raden Wijaya melawan pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan pada 1293.

Tahun 2026, Surabaya memperingati HJKS ke-733. Pemerintah Kota Surabaya menyemarakkan momentum ini melalui sejumlah agenda publik, mulai dari Festival Rujak Uleg hingga Surabaya Vaganza.

Bacaan Lainnya

Secara historis, Surabaya dikenal sebagai kota yang lekat dengan nilai kepahlawanan. Laman resmi Pemkot Surabaya menyebut nama Surabaya berasal dari kata “sura” yang berarti berani dan “baya” yang berarti bahaya.

Jejak Raden Wijaya dan Mongol

Penetapan 31 Mei berkaitan dengan ekspedisi pasukan Mongol ke Jawa. Mereka semula datang untuk menyerang Kerajaan Singasari setelah utusan Kubilai Khan diperlakukan buruk oleh Raja Kertanegara pada 1289.

Namun, sebelum pasukan Mongol tiba, Kertanegara telah tewas dalam pemberontakan Jayakatwang pada 1292. Situasi itu membuat arah serangan berubah. Pasukan Mongol kemudian bersekutu dengan Raden Wijaya untuk menundukkan Jayakatwang.

Setelah Jayakatwang menyerah, Raden Wijaya justru berbalik menyerang pasukan Mongol. Pertempuran yang dikaitkan dengan wilayah Surabaya pada 31 Mei 1293 inilah yang kemudian menjadi dasar penetapan HJKS.

Pernah Diperingati Setiap 1 April

Sebelum ditetapkan pada 31 Mei, Hari Jadi Kota Surabaya pernah diperingati setiap 1 April. Tanggal itu merujuk pada pembentukan pemerintahan kota pada 1906 di masa Hindia Belanda.

Belakangan, tanggal tersebut dinilai kurang mencerminkan akar sejarah Surabaya yang lebih tua. Para tokoh sejarah kemudian mengusulkan peninjauan ulang kepada pemerintah kota pada 1970-an.

Tim khusus lalu mengkaji sejumlah alternatif tanggal. Di antaranya 31 Mei 1293, 11 September 1294, 7 Juli 1358, dan 3 November 1486. Masing-masing memiliki dasar sejarah berbeda, mulai dari kemenangan Raden Wijaya hingga penyebutan Surabaya dalam prasasti.

DPRD Kotamadya Surabaya akhirnya mengesahkan 31 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Kota Surabaya melalui Surat Keputusan Nomor 02/DPRD/Kep/75 pada 6 Maret 1975. Keputusan itu kemudian diperkuat melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 64/WK/75 pada 18 Maret 1975.

Sejak saat itu, Surabaya memperingati hari jadinya setiap 31 Mei. Bukan sekadar penanda usia kota, melainkan pengingat bahwa Surabaya tumbuh dari keberanian menghadapi bahaya dan semangat perlawanan.***

Pos terkait