Daging kurban tetap bisa dikonsumsi sehat asal lemak dikurangi, porsi dijaga, dan selalu diimbangi sayur serta buah.
Mengolah daging kurban tidak cukup hanya mengejar rasa. Ahli gizi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Rizki Nurmalya Kardina, mengingatkan masyarakat agar lebih cermat sejak tahap awal pengolahan, terutama dengan membuang bagian lemak sebelum daging dimasak.
Langkah itu penting karena daging sapi, kambing, dan domba kerap diolah menjadi menu tinggi kalori, mulai dari sate, rawon, tongseng, rendang, hingga masakan bersantan. Jika porsinya tidak dikendalikan, konsumsi daging dapat ikut meningkatkan risiko kolesterol, hipertensi, dan berat badan berlebih.
“Ketiga daging itu termasuk protein hewani yang memang dibutuhkan tubuh,” kata Rizki, dikutip dari laman Unusa, 21 Juli 2021.
Jaga Porsi, Jangan Hanya Rasa
Rizki menjelaskan, daging sapi, kambing, dan domba sama-sama mengandung protein hewani yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, cara memasak menentukan apakah daging menjadi menu bergizi seimbang atau justru menambah asupan lemak berlebihan.
Dalam 100 gram daging, kandungan energi dapat berbeda menurut jenis dan potongan. Data gizi yang dirangkum IPB menyebut daging domba kurus dan gemuk dapat mengandung energi 202–317 kilokalori per 100 gram, bergantung kadar lemak.
Karena itu, Rizki menyarankan masyarakat membuang lemak yang tampak sebelum daging dibakar, dimasak sup, atau diolah menjadi hidangan lain. Bila harus memakai santan, porsinya perlu dikurangi agar asupan lemak tidak berlebihan.
Imbangi dengan Sayur dan Buah
Selain memilih cara masak, konsumsi daging juga perlu diimbangi sayur dan buah. Kementerian Kesehatan melalui pedoman Isi Piringku menganjurkan separuh piring diisi sayur dan buah, sedangkan separuh lainnya diisi makanan pokok dan lauk.
Rizki memberi contoh pembagian sederhana: sepertiga piring untuk makanan pokok, sepertiga untuk sayuran, seperenam untuk lauk hewani seperti daging, dan seperenam untuk buah-buahan.
“Tapi jangan lupa tambahkan juga sayuran yang memenuhi gizi seimbang. Caranya, isi piring makan dengan 1/3 makanan pokok, 1/6 untuk lauk hewani, 1/6 untuk buah-buahan, 1/3 untuk sayuran,” ujar Rizki.





