DKeb Surabaya Fokus Riset Kebudayaan

Dewan Kebudayaan Surabaya
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Surabaya Heti Palestina Yunani. - Diskominfo Surabaya
DKeb Surabaya 2026-2029 menyiapkan kerja berbasis riset dan kurasi agar program kebudayaan tidak berhenti sebagai acara seremonial.

Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 akan memfokuskan kerja pada kuratorial serta penelitian dan kebijakan kebudayaan setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan surat keputusan kepengurusan baru.

Pembentukan DKeb Surabaya menjadi tindak lanjut UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Surabaya Heti Palestina Yunani mengatakan, DKeb tidak lagi hanya berfokus pada kesenian, tetapi pada seluruh objek pemajuan kebudayaan sebagaimana diatur dalam UU Pemajuan Kebudayaan.

Bacaan Lainnya

“Karena lingkupnya menjadi sangat besar, maka sebenarnya kerja dewan kebudayaan itu juga tidak lagi hanya melibatkan kesenian. Tapi kesenian itu menjadi salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan,” ujar Heti, Sabtu (16/5/2026).

Berangkat dari 10 Objek Budaya

Sepuluh objek pemajuan kebudayaan itu meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Menurut Heti, strategi awal DKeb adalah memperluas pemahaman publik tentang fungsi dewan kebudayaan. Ia menilai publik perlu mengetahui bahwa kerja DKeb tidak lagi hanya berkutat pada satu sektor seni.

DKeb, kata dia, akan lebih dulu mengidentifikasi kebudayaan yang perlu dikembangkan di Surabaya. Pemetaan itu akan memakai ukuran 10 objek pemajuan kebudayaan agar arah kerja lebih jelas.

“Tapi sebenarnya lebih tepatnya kita harus mengidentifikasi dulu kebudayaan apa yang sebenarnya harus dikembangkan. Nah, itu pakai ukuran yang 10 objek kemajuan kebudayaan itu,” paparnya.

Riset sampai Kelurahan

Heti menjelaskan, bidang kuratorial akan mengkurasi berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya yang akan ditampilkan. Sementara bidang penelitian dan kebijakan menjadi dasar penyusunan arah pengembangan budaya Surabaya.

Pos terkait