Pemerintah AS merilis ribuan halaman arsip rahasia soal fenomena udara tak teridentifikasi — tapi para ilmuwan menyebut hasilnya antiklimaks, sementara kritikus menuding ini manuver pengalihan politik.
Pada Jumat, 8 Mei 2026, Pentagon membuka akses publik ke 162 file rahasia terkait Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) — istilah resmi pemerintah AS untuk UFO. Dokumen-dokumen itu kini bisa diakses siapa saja, tanpa izin keamanan apapun, di situs war.gov/UFO.
Rilis ini adalah yang pertama dari serangkaian gelombang deklasifikasi bertahap di bawah program PURSUE — Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters — yang digagas Presiden Donald Trump sejak Februari 2026.
Apa Isinya?
File-file ini berasal dari FBI, Departemen Pertahanan, NASA, dan Departemen Luar Negeri, mencakup rentang waktu dari 1947 hingga 2025. Isinya berupa foto, rekaman video inframerah militer, transkrip percakapan astronaut, dan laporan kesaksian saksi mata.
Salah satu dokumen paling banyak dibicarakan adalah transkrip misi Apollo. Dalam debriefing 1969 pasca misi Apollo 11, astronaut Buzz Aldrin melaporkan melihat “kilatan cahaya kecil di dalam kabin” saat mencoba tidur, dan sebuah “sumber cahaya terang yang kami duga sebagai kemungkinan laser.” Foto dari misi Apollo 17 memperlihatkan tiga titik cahaya di atas permukaan Bulan yang hingga kini belum ada penjelasannya.

Dari dokumen yang lebih baru: selama dua hari pada 2023 di wilayah barat Amerika Serikat, petugas penegak hukum federal secara independen melaporkan penampakan bola cahaya (orbs) — salah satunya mendeskripsikan “orbs yang meluncurkan orbs lain.” Pentagon menyebut laporan ini sebagai “yang paling menarik” dalam arsipnya. Sebuah laporan lain dari 2024 mencatat benda tak dikenal melesat melintas sistem pengawasan pesawat militer AS di Irak dengan kecepatan sangat tinggi saat operasi berlangsung.





