Sekitar dua lusin video dengan total durasi 41 menit juga dirilis. Sebagian besar menampilkan rekaman kamera inframerah yang melacak objek berwarna putih yang tampak sebagai titik kecil bergerak di udara. Satu video dari Yunani pada 2023 mencatat benda yang melakukan “belokan 90 derajat” pada kecepatan sekitar 130 kilometer per jam.
Konsentrasi di Zona Militer
Pola menarik terungkap dari sebaran laporan: mayoritas penampakan terkonsentrasi di dekat operasi militer aktif. Laporan dari era Perang Dingin banyak berasal dari Jerman dan Uni Soviet; laporan lebih baru terkonsentrasi di Timur Tengah — termasuk sekitar Selat Hormuz, Irak, dan Suriah — di mana AS mengoperasikan peralatan pemantauan paling canggihnya.
Para analis pertahanan menafsirkan pola ini bukan sebagai bukti aktivitas alien, melainkan cerminan dari di mana Pentagon mengerahkan teknologi sensor terbaiknya.
Kawasan Indo-Pasifik Punya Catatannya Sendiri
Pola konsentrasi penampakan di zona militer yang kini terdokumentasi dalam arsip Pentagon bukan hal baru di kawasan Indo-Pasifik. Lebih dari enam dekade lalu, Indonesia dan wilayah sekitarnya sudah mencatat rangkaian peristiwa serupa — sebagian dengan respons militer yang jauh lebih keras dari sekadar pencatatan.
Pada 26–27 Juni 1959, pendeta Anglikan William B. Gill bersama 37 anggota misinya di Boianai, Papua Nugini, melaporkan penampakan benda terbang lonjong bercahaya selama dua malam berturut-turut — disaksikan pula oleh sekitar 25 warga lokal.
Peristiwa ini, yang dikenal sebagai The Boianai Visitants of 1959, kini menjadi relevan kembali: dokumen Departemen Luar Negeri AS yang baru dirilis Pentagon ternyata menyertakan kabel diplomatik dari Papua Nugini sebagai salah satu sumbernya.
Yang lebih dramatis terjadi di Indonesia sendiri. Pada September 1964, di tengah Operasi Dwikora, objek-objek tak dikenal muncul setiap malam selama tujuh hari berturut-turut di atas Surabaya, Malang, dan Bangkalan — terdeteksi serentak oleh radar dan mata telanjang. Militer Indonesia merespons dengan mengerahkan meriam artileri pertahanan udara. Tidak satu pun objek berhasil dijatuhkan.





