Marsekal Udara Roesmin Noerjadin, yang kemudian menjabat Kasau pada 1966–1969, mencatat dalam surat resminya: “UFOs sighted in Indonesia are identical with those sighted in other countries. Sometimes they pose a problem for our Air Defence and once we were obliged to open fire on them.”
Seluruh peristiwa ini didokumentasikan oleh Jacob Salatun, mantan Kepala LAPAN, dalam buku UFO: Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini (1982) — sebuah arsip yang hingga kini belum pernah dijadikan dasar kebijakan transparansi resmi oleh negara. Berbeda dengan AS yang kini membuka program PURSUE, Indonesia belum memiliki mekanisme serupa untuk mendeklasifikasi dan mempublikasikan catatan-catatan historisnya sendiri.
Reaksi Para Ilmuwan
Komunitas ilmiah merespons dengan skeptis terukur. Para pakar yang diwawancarai Scientific American menyebut file-file ini “tidak ada yang tidak terduga.” Astrofisikawan Neil deGrasse Tyson, dalam op-ed di New York Times, mengapresiasi langkah transparansi ini sekaligus memperingatkan bahwa rilis ini “terasa seperti pengalihan dari file-file penting lain yang selama ini kita tunggu untuk diungkap.” Ia memperkirakan hasilnya akan “antiklimaks.”
Sejumlah ilmuwan juga menekankan bahwa “tidak teridentifikasi” tidak berarti “dari luar angkasa”. Banyak kasus yang bisa jadi merupakan teknologi holografi atau perang elektronik canggih dari negara-negara rival.
Pentagon sendiri menyertakan disclaimer di situs rilisnya: bahasa dalam laporan-laporan militer itu mencerminkan “interpretasi subjektif” penulisnya dan “tidak boleh diartikan sebagai indikasi konklusif” atas apa yang sesungguhnya terjadi.
Tidak Ada Bukti Alien
Poin ini ditegaskan berulang kali oleh berbagai pihak. Dokumen-dokumen yang dirilis tidak mengindikasikan adanya konspirasi pemerintah soal perjumpaan dengan makhluk luar angkasa, tidak menunjukkan interaksi dengan makhluk dari planet lain, dan tidak memberi alasan untuk meyakini makhluk semacam itu pernah mengunjungi Bumi. Trump, Obama, maupun Clinton semuanya secara terpisah pernah menyatakan tidak percaya ada penjelasan anomalous di balik UFO.
Gimmick Politik?
Kritik paling keras datang dari sudut politis. Anggota Kongres Thomas Massie, kritikus Republikan Trump, menyebut rilis ini “senjata pengalih perhatian pamungkas” — merujuk pada tekanan publik yang saat itu sedang memanas soal ketidaklengkapan rilis file Jeffrey Epstein.





