Rusunami Gen Z Surabaya Disiapkan di Tiga Lokasi

Rusunami Gen Z
Rusunami Gen Z yang disiapkan Pemkot Surabaya. DISKOMINFO SURABAYA
Pemkot Surabaya menyiapkan rusunami khusus generasi Z di Tambak Wedi, Rungkut, dan Ngagel dengan harga ditargetkan di bawah Rp500 juta.

Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan program rumah susun sederhana milik atau rusunami bagi generasi Z, terutama pasangan muda yang baru menikah. Hunian itu dirancang sebagai solusi atas sempitnya lahan dan mahalnya harga properti di kota ini. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut rusunami itu akan dibangun di tiga titik, yakni Tambak Wedi, Rungkut, dan Ngagel. Pemkot menyiapkan konsep yang berbeda dari rusun pada umumnya karena setiap unit dirancang memiliki dua kamar tidur. 

“Konsep dua kamar ini kami siapkan agar penghuni tetap nyaman meskipun sudah berkeluarga dan memiliki anak,” kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, Kamis, 9 April 2026. Ia menegaskan hunian itu disiapkan agar generasi muda punya tempat tinggal yang layak. 

Bacaan Lainnya
Harga dan Skema Pembiayaan

Pemkot Surabaya menargetkan harga rusunami ini lebih murah daripada apartemen komersial, yakni di bawah Rp500 juta. Sejumlah unit bahkan diproyeksikan bisa dibanderol mulai Rp100 juta hingga Rp200 juta, bergantung pada tipe dan lokasi. 

Untuk menjaga keterjangkauan, pemkot menyiapkan skema pembiayaan bersama perbankan, termasuk bank daerah dan Bank Perekonomian Rakyat. Skema itu mencakup bunga sekitar 5 persen dengan tenor cicilan hingga 20 tahun bagi warga berpenghasilan setara upah minimum. 

Pembangunan rusunami juga akan memakai aset lahan milik Pemkot Surabaya. Skema kepemilikannya dirancang dalam bentuk hak guna bangunan di atas hak pengelolaan lahan, sehingga unit dapat dimiliki warga, sementara tanah tetap berada di bawah penguasaan pemerintah. 

Sasaran Pasangan Muda Surabaya

Eri mengatakan program ini menjadi lanjutan kebijakan sosial Pemkot Surabaya, termasuk program “Satu Keluarga Satu Sarjana”. Menurut dia, intervensi pemerintah tidak boleh berhenti di pendidikan, tetapi perlu berlanjut saat warga mulai bekerja dan membangun keluarga. 

Rusunami ini dibedakan dari rumah susun sederhana sewa. Jika rusunawa ditujukan bagi warga berpenghasilan rendah dengan sistem sewa, rusunami disiapkan untuk warga yang mulai mandiri secara ekonomi dan siap memiliki hunian sendiri. 

Pemkot Surabaya juga menyiapkan syarat bagi calon pembeli, antara lain warga Surabaya dan pasangan muda atau yang baru menikah. Program ini disebut juga diarahkan untuk membantu aparatur sipil negara, petugas kebersihan, hingga satgas lapangan yang belum memiliki rumah di Surabaya.***

Pos terkait