ITS Rilis IKM Lebaran 2026: Kereta Juara, Kapal Terendah

Survei Angkutan Lebaran
Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha ITS Tri Joko Wahyu ST MT PhD. - Humas ITS
Survei ITS menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat Angkutan Lebaran 2026 mencapai skor 82,15 dengan moda kereta api meraih nilai tertinggi.

ITS, melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU), membeberkan hasil evaluasi transportasi mudik. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, riset ini memotret kualitas layanan di 26 provinsi.

Direktur DKPU ITS, Tri Joko Wahyu, menegaskan peran akademisi dalam mendukung perbaikan kebijakan transportasi nasional ke depan. Sinergi ini penting untuk mendorong kenyamanan publik.

“ITS terus bersinergi mendukung kebijakan transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Tri Joko, Jumat (3/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi kampus bagi bangsa.

Bacaan Lainnya

Pakar transportasi ITS, Prof. Hera Widyastuti, mencatat peningkatan kepuasan pemudik dibanding tahun lalu. Skor rata-rata IKM nasional melonjak 3,45 poin dari periode 2025.

Moda kereta api menjadi primadona dengan kategori sangat baik sebesar 94,30. Di sisi lain, Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mencatat nilai terendah dalam survei tersebut.

Evaluasi Tiket dan ASDP

“Moda ASDP memiliki nilai IKM terendah dengan kategori baik sebesar 77,48,” papar Hera, Jumat (3/4/2026). Data ini diambil dari 5.105 responden di seluruh Indonesia.

Hera menyoroti pentingnya menjaga ketepatan waktu dan fasilitas keselamatan pada angkutan besi. Namun, kemudahan membeli tiket masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Banyak responden mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket kereta api saat musim mudik tiba. Stok yang terbatas menjadi indikator utama yang memerlukan perhatian serius dari pembuat kebijakan.

Kemenhub mencatat lonjakan penumpang angkutan umum rata-rata sebesar 10,87 persen tahun ini. Tren positif ini harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas yang lebih matang.

Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub, Rudi Irawan, menilai data ini penting untuk meminimalisir keluhan warga. Hasil survei akan dijadikan bahan pemetaan menghadapi arus mudik tahun depan.

Fasilitas pendukung harus disiapkan lebih optimal guna menghadapi potensi lonjakan penumpang yang lebih besar. Hal ini demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat pulang kampung.***

Pos terkait