Ribuan Jemaah Jatim Tertahan di Tengah Konflik Timur Tengah

Ilustrasi umrah. - Canva
Ramadan yang seharusnya menjadi momen paling dinanti calon jemaah umrah kini berubah penuh ketidakpastian. Pemerintah resmi meminta penundaan keberangkatan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Momen Ramadan selalu menjadi waktu favorit bagi calon jemaah untuk menunaikan ibadah umrah. Banyak jemaah memilih berangkat pada bulan suci karena keutamaannya yang diyakini berlipat.

Namun, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan jemaah.

Pemerintah Minta Penundaan Keberangkatan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta seluruh calon jemaah umrah untuk membatalkan atau menunda keberangkatan dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Keputusan tersebut diperkuat dengan surat resmi dari Kementerian Luar Negeri yang juga meminta penundaan perjalanan ke kawasan Timur Tengah hingga kondisi dinilai aman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur, Asadul Anam, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keputusan tersebut hingga ke tingkat penyelenggara perjalanan.

“Kemenhaj pusat sudah resmi meminta semua jemaah umrah yang hendak berangkat ditunda dulu. Kemenhaj Jatim siap melanjutkan keputusan itu hingga sampai ke jemaah umrah melalui PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) di Jatim,” ujar Anam, dikutip Senin (2/3/2026).

Konflik Timur Tengah
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim Asadul Anam. – Kanwil Kemenhaj Jatim
9.400 Jemaah Jatim Sudah di Arab Saudi

Di tengah kebijakan penundaan ini, terdapat sekitar 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur yang telah lebih dulu berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah.

Kepulangan mereka kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat. Jemaah yang berada di Arab Saudi, termasuk asal Jawa Timur, diimbau mengikuti arahan terbaru dari maskapai, PPIU, Konjen RI di Jeddah, KBRI Riyadh, serta otoritas terkait.

“Semoga seluruh jemaah umrah kita aman dan selamat kembali ke Tanah Air,” harap Anam.

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran

Penundaan ini terjadi menyusul meletusnya konflik di Timur Tengah akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang dilaporkan mengakibatkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Eskalasi tersebut berdampak pada meningkatnya kewaspadaan sejumlah negara, termasuk Indonesia, terhadap keselamatan warganya di kawasan tersebut.

Situasi ini membuat Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi sebagian calon jemaah umrah. Harapan berangkat ke Tanah Suci harus ditunda, demi keselamatan dan keamanan bersama.***

Pos terkait