Kepuasan Publik Naik, Layanan Kemendikdasmen Raih Predikat Sangat Baik

Ilustrasi layanan publik pendidikan. Indeks kepuasan pemangku kepentingan Kemendikdasmen pada 2025 mencapai 88,70 dengan predikat sangat baik, mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan dan program pendidikan nasional.
Indeks kepuasan publik layanan Kemendikdasmen naik jadi 88,70 pada 2025.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah/Kemendikdasmen) mencatat peningkatan kualitas layanan publik. Indeks kepuasan nasional dalam Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan (SSS) 2025 mencapai 88,70 dengan predikat Sangat Baik, naik 1,27 poin dari 2024.

Hasil survei nasional tersebut disampaikan oleh Sigma Research Indonesia. Survei menilai pengalaman penerima layanan dan manfaat program Kemendikdasmen sepanjang 2025.

Hasil survei kepuasan untuk kemendikdasmen.
Apresiasi Pimpinan, Catatan untuk Perbaikan

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, kenaikan indeks mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik sekaligus menjadi instrumen akuntabilitas.

Bacaan Lainnya

“Capaian indeks kepuasan dengan predikat sangat baik menunjukkan layanan dan program semakin dirasakan manfaatnya,” kata Suharti, Minggu (11/1/2026). Ia menekankan hasil survei harus dibaca sebagai rujukan perbaikan berkelanjutan berbasis data.

Suharti juga mengingatkan unit kerja agar tidak berpuas diri. “Kita perlu mendalami area yang masih di bawah harapan, karena ekspektasi publik akan terus meningkat,” ujarnya.

Cakupan Program dan Hasil Utama

Direktur Riset Sigma Research, Prima Ariestonandri, menjelaskan survei 2025 mencakup 66 program unggulan, meningkat dari 40 program pada tahun sebelumnya.

Sebanyak 25 program masuk kategori A atau Sangat Baik dengan skor di atas 88,30. Program lain berada di kategori B atau Baik, sesuai ketentuan Permen PANRB Nomor 14 Tahun 2017.

Program Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama mencatat nilai kepuasan tertinggi, yakni 98,41. Berdasarkan gap analysis, Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) memperoleh skor tertinggi 3,94, yang menunjukkan manfaat layanan melampaui ekspektasi pemangku kepentingan.

Digitalisasi dan Layanan Pengaduan

Program digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi satuan pendidikan—meski baru digulirkan pada 2025—mendapat respons positif. Digitalisasi pembelajaran meraih skor 87,72 (Baik), sementara revitalisasi satuan pendidikan 89,80 (Sangat Baik).

Sebanyak 61 persen responden di daerah tertinggal menilai digitalisasi pembelajaran bermanfaat. Lima program lain—Revitalisasi Satuan Pendidikan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Senam Anak Indonesia Hebat, Kurikulum, dan MPLS Ramah—juga dinilai bermanfaat di wilayah tertinggal.

Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai garda terdepan pengaduan publik mencatat skor 92,50 (Sangat Baik), dengan atribut perilaku pelaksana tertinggi sebesar 95. Capaian ini naik 0,16 poin dibanding 2024.

Pos terkait