Kejari Tanjung Perak menyerahkan dua aset tanah senilai Rp55,2 miliar kepada Pemkot Surabaya setelah proses sertifikasi yang tersendat sejak 2005.
Pemerintah Kota Surabaya menerima kembali dua aset tanah di Banjar Sugihan dan Manukan Kulon dengan total luas 14.105 meter persegi, senilai Rp55.207.535.000. Aset tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Perak, Darwish Burhansyah, kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Ruang Sidang Wali Kota, Rabu (26/11/2025).
Wali Kota Eri menyebut sertifikasi dua aset itu menuntaskan perjuangan panjang sejak 2005. Ia menjelaskan lahan tersebut lama tidak dapat disertifikasi karena dianggap sebagai tanah milik masyarakat yang diperoleh dari sebuah perusahaan. “Sejak tahun 2005, akhirnya aset ini bisa keluar sertifikatnya pada bulan November tahun 2025,” kata Eri.
Sinergi Pemkot–Kejaksaan
Eri menegaskan penyelamatan aset merupakan prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dan harus kembali dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga. Ia mengapresiasi peran aktif Kejari Tanjung Perak dan Forkopimda Surabaya. “Ini betul-betul memberikan sesuatu yang luar biasa kepada Pemkot Surabaya. Kami memberikan apresiasi kepada Kajari dan jajaran,” ujarnya.
Sebagian lahan di Banjar Sugihan telah digunakan sebagai makam dan akan tetap dipertahankan, sementara bagian lainnya direncanakan menjadi fasilitas umum dan rumah padat karya untuk mendorong ekonomi warga.
Eri menargetkan seluruh aset Pemkot yang masih bermasalah segera disertifikatkan dan meminta pendampingan Kejaksaan dalam urusan administrasi pemerintahan. “Yang paling penting adalah memanfaatkan aset untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Mandat Datun dan Advokat Jenderal
Kajari Tanjung Perak, Darwish Burhansyah, menyampaikan bahwa pemulihan aset merupakan perwujudan konkret dari tugas Kejaksaan dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. “Penyelamatan aset ini merupakan bentuk kepercayaan dan sangat berarti bagi kami. Ini menjadi pengingat bahwa tugas dan kewenangan yang diberikan harus dijalankan dengan integritas,” tuturnya.





