Gangguan besar Cloudflare lumpuhkan ribuan layanan global dan memicu peringatan soal rapuhnya infrastruktur internet.
Gangguan Cloudflare pada Selasa malam (18/11/2025) WIB membuat ribuan platform digital—mulai X, ChatGPT, Canva, Spotify, hingga layanan kripto—lumpuh total. Insiden ini memicu kekhawatiran serius mengenai ketergantungan global pada segelintir penyedia infrastruktur internet.
Alan Woodward, profesor keamanan siber University of Surrey, menyebut insiden ini sebagai anomali desain.
“Kelemahan menjadi penjaga gerbang (gatekeeper) dan jaringan distribusi untuk merek-merek besar adalah jika sistem vital ini gagal, tidak ada yang bisa menggunakan layanan Anda,” ujarnya, dikutip Rabu (19/11/2025).
Woodward menambahkan, “Ini mengejutkan karena jaringan semacam ini dirancang untuk menghindari titik kegagalan tunggal.”
Down Detector—situs pemantau gangguan—ikut tumbang sebelum kembali online dan mencatat lonjakan laporan yang dramatis. Gangguan Cloudflare ini datang hanya sebulan setelah insiden serupa terjadi di Amazon Web Services (AWS), yang juga melumpuhkan sebagian besar internet.
Lee Skillen, CTO platform Cloudsmith, memperingatkan potensi meningkatnya intensitas insiden semacam ini.
“Infrastruktur modern dibangun di atas sistem yang sangat saling terhubung; semakin kita mengoptimalkan skala, semakin sulit menentukan bagaimana satu kegagalan memicu kegagalan lainnya,” kata Skillen pada Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, kegagalan berskala global memang jarang, tetapi tak terhindarkan. “Hari ini Cloudflare, besok mungkin Fastly atau penyedia CDN lain,” tegasnya.
Dampaknya menjalar cepat ke layanan kripto seperti Coinbase, Kraken, Etherscan, Aave, hingga DeFiLlama. Banyak di antaranya tidak dapat diakses selama beberapa jam.
David Schwed, COO SovereignAI, menilai kejadian ini memperkuat risiko pemusatan infrastruktur pada sedikit vendor.
“Dengan Cloudflare yang tumbang hari ini dan AWS beberapa minggu lalu, jelas bahwa kami tidak bisa menyerahkan ketahanan infrastruktur kepada satu vendor saja,” ujarnya (19/11/2025).
Respons Cloudflare
Cloudflare menyatakan seluruh sistem kini pulih. Chief Technology Officer (CTO) Cloudflare, Dane Knecht, menegaskan pihaknya telah mengatasi gangguan inti jaringan.





