Video perpisahan karyawan PT Gudang Garam di Tuban viral di media sosial. Presiden Partai Buruh Said Iqbal memperingatkan potensi gelombang PHK massal yang bisa meluas ke ratusan ribu buruh.
__________
Video pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam, Tuban, Jawa Timur, viral di media sosial. Rekaman berdurasi 1 menit 17 detik itu memperlihatkan puluhan karyawan berjabat tangan penuh haru saat perpisahan. Beberapa di antaranya mengenakan kemeja dengan logo khas Gudang Garam di saku.
@muspitasari_1PT GUDANG GARAM PHK karyawan Momen Haru PECAH #gudanggaram #karyawan #phk#indonesia🇮🇩 #viral♬ suara asli – Muspitasrinews – Muspitasrinews
Menanggapi hal tersebut, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan pihaknya akan memverifikasi kabar tersebut. “Kami baru dapat kabar, telah terjadi PHK buruh di PT Gudang Garam. Kami akan cek dulu,” kata Iqbal di Jakarta, Sabtu, 6 September 2025.
Iqbal menilai, jika benar terjadi, PHK tersebut mencerminkan lemahnya daya beli masyarakat yang berdampak pada turunnya produksi rokok. Ia menyebut faktor lain, seperti terbatasnya pasokan tembakau, kurangnya inovasi produk, serta tingginya beban cukai yang semakin menekan industri.
“Ditambah pajak cukai rokok makin mahal,” ujarnya.
Ia memperingatkan gelombang PHK di sektor rokok berpotensi meluas. Ribuan pekerja langsung di Gudang Garam terancam, sementara puluhan ribu buruh tembakau, logistik, sopir, pedagang kecil, hingga pemilik kontrakan ikut terdampak. “Bisa jadi ratusan ribu buruh berpotensi kehilangan pekerjaan,” kata Iqbal.
Ia mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan memberikan solusi konkret, agar tidak terjadi kasus serupa dengan PHK massal di Sritex. Menurutnya, hingga kini pekerja Sritex bahkan disebut belum menerima tunjangan hari raya.
Meski menyerukan penyelamatan industri rokok nasional, Iqbal menegaskan pentingnya menjaga kampanye kesehatan. “Selamatkan industri rokok nasional, selamatkan puluhan ribu buruh yang terancam PHK, sambil tetap dijaga kampanye kesehatan,” katanya.





