Keajaiban terjadi dari tragedi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, Kamis, 12 Juni 2025. Dari total 242 orang di dalam pesawat, hanya satu yang selamat. Dia adalah Vishwash Kumar Ramesh, warga Inggris keturunan India.
__________
Ramesh ditemukan berjalan menjauh dari reruntuhan pesawat dengan kemeja berlumuran darah. Videonya viral di media sosial, hanya beberapa saat setelah berita kecelakaan menyebar luas.
“Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan pesawat langsung jatuh. Semuanya sangat cepat,” kata Ramesh dari rumah sakit tempat ia dirawat, seperti dilansir Hindustan Times.
Ramesh sedang dalam perjalanan kembali ke Inggris setelah mengunjungi keluarga. Ia terbang bersama saudaranya yang duduk di baris berbeda. Hingga kini, ia belum mengetahui nasib saudaranya tersebut.
Air India mengonfirmasi bahwa 241 orang meninggal dalam kecelakaan itu. Ramesh menjadi satu-satunya penumpang yang selamat.
Sepupu Ramesh, Ajay Valgi, mengatakan kepada media di Leicester bahwa Ramesh sempat menelepon keluarga dan mengatakan dirinya dalam keadaan baik. Namun keluarga masih berduka atas kematian sang saudara dan korban lainnya.
Dokter Rumah Sakit Sipil Ahmedabad menyebut kondisi Ramesh stabil. “Tidak terlalu kritis. Dia bisa pulang dalam beberapa hari,” kata Prof. Dr. Rajnish Patel, kepala bedah rumah sakit tersebut.
“Memang ada darah di bajunya, tapi dia tidak mengalami luka berat,” tambahnya.
Boarding pass yang beredar menunjukkan bahwa Ramesh duduk di kursi 11A, barisan pintu darurat tepat di depan sayap kiri pesawat. CNN belum memverifikasi keaslian boarding pass itu.
Analis keselamatan CNN, David Soucie, mengaku heran Ramesh bisa selamat di posisi tersebut. “Itu titik benturan utama. Harusnya tidak ada peluang untuk bertahan di area itu,” katanya.
Anggota parlemen Inggris, Shivani Raja, menyebut keselamatan Ramesh sebagai mukjizat. “Saya sudah berbicara dengan keluarganya. Kami memilih menjaga privasi mereka. Tapi bisa saya sampaikan, salah satu saudara laki-lakinya turut jadi korban,” ujarnya kepada CNN.
Tak hanya penumpang, sejumlah korban juga berasal dari asrama BJ Medical College yang tertabrak pesawat. Seorang dokter senior mengatakan korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah.
Menurut Asosiasi Mahasiswa Kedokteran India, setidaknya tiga mahasiswa kedokteran meninggal, dan 30 lainnya luka-luka.
Pesawat naas itu sedang menuju Bandara Gatwick di London. Penumpangnya berasal dari India, Inggris, Kanada, dan Portugal.***
