Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengaku merasa aneh Indonesia masih impor kedelai dari Amerika Serikat (AS). Kata dia, “Yang makan tempe orang Indonesia, kok kedelainya impor dari Amerika?” KSAL pun menggalakkan program budidaya kedelai, biar tidak impor terus.
__________
Pogram budidaya kedelai ini dimulai dengan pelatihan untuk seluruh prajurit TNI AL pada 8-16 Mei 2025. Program ini digagas untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
Ketika meninjau pilot project budi daya laut dan kedelai di Serang, Banten, Kamis, 8 Mei 2025, KSAL Ali menegaskan, sebagai bagian dari komponen pertahanan negara, TNI AL tidak hanya siap menjaga kedaulatan wilayah laut.
“Tapi juga komitmen untuk berperan aktif dalam mendukung program-program strategis nasional, salah satunya adalah ketahanan pangan,” kata Ali, dikutip dari tayangan YouTube TNI Angkatan Laut Dispenal, Sabtu, 10 Mei 2025.

Menurut Ali, keterlibatan TNI AL dalam budi daya kedelai bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan langkah nyata menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. Juga sekaligus penguatan ketahanan nasional.
Ide pengembangan kedelai, kata KSAL, bermula dari pertemuannya dengan pengelola balai penelitian dan pengembangan bioteknologi mikroba, Profesor Ali Zum Mashar, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, saat kegiatan ketahanan pangan di Makassar.
Ketika itu Amran mengungkapkan bahwa Indonesia masih impor kedelai dari Amerika Serikat. “Disampaikanlah bahwa kedelai ini dari Mentan, kita masih impor dari Amerika Serikat lagi. Padahal Amerika, orang Amerika, kan, jarang makan tempe. Yang makan tempe kan orang Indonesia, tapi kok kedelainya malah kita impor dari Amerika. Akhirnya Prof. Ali punya gagasan ini (budidaya kedelai lokal),” ungkap Ali.
KSAL mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian PPN/Bappenas, hingga BKPM yang turut mendorong suksesnya pilot project di Serang.
Dalam proyek tersebut, TNI AL mengembangkan varietas kedelai Migo AL.1-89. KSAL mengeklaim di wilayah pilot project Serang, Banten telah menghasilkan panen kedelai sebanyak 4,4 ton.
”Harapannya pilot project ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara elemen masyarakat dan institusi negara selalu dapat menciptakan kekuatan pengganda yang membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Ali. ***





