Airlangga Tancap Gas! Konsumsi Lokal Jadi Motor Ekonomi

Pemerintah menggenjot konsumsi domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Foto:ChatGPT
Lesunya pertumbuhan ekonomi pada awal 2025 mendorong pemerintah untuk menggairahkan pasar dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa konsumsi domestik akan terus didorong sebagai motor utama pertumbuhan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

______________

“Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 54% terhadap PDB, dan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus menggerakkan perekonomian nasional serta mengoptimalkan potensi ekonomi dalam negeri,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu 3 Mei 2025.

Pemerintah telah berhasil menjalankan kebijakan yang mendorong konsumsi, salah satunya melalui program-program seperti Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran yang mencatatkan transaksi lebih dari Rp100 triliun.

Bacaan Lainnya

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk membeli produk lokal, serta efektivitas program kolaborasi dalam mendukung usaha lokal, meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Menko Airlangga.

Program Friday Mubarak dan BINA Lebaran ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah dan pelaku usaha, yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui penyelenggaraan bazar produk UMKM dan pemberian diskon hingga 70% di pusat perbelanjaan.

Program Friday Mubarak yang berlangsung dari 28 Februari hingga 28 Maret 2025 berhasil mencatat transaksi sebesar Rp72,3 triliun. Sementara itu, program BINA Lebaran yang digelar dari 14 hingga 30 Maret 2025, dengan melibatkan 80 ribu gerai di 402 pusat perbelanjaan, mencatat transaksi sebesar Rp32,7 triliun.

“Pemerintah terus mendukung agar program belanja ini bisa dilanjutkan dan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah,” tegas Menko Airlangga.

Pemerintah juga akan meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) dalam beberapa agenda nasional lainnya, seperti Jakarta Festival untuk HUT Jakarta, Bazar UMKM di 44 kecamatan Jakarta, Pekan Raya Jakarta, BINA Back to School untuk liburan sekolah, kolaborasi dengan Jakarta Great Sale, hingga BINA 17-an untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025.

Menko Airlangga berharap kelanjutan program BINA ini dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan melambat pada kuartal I-2025, bahkan mungkin berada di bawah 5%, meskipun momen Ramadan dan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) diharapkan dapat memberikan dorongan bagi perekonomian negara. Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 pada Senin, 5 Mei 2025.

Konsensus pasar yang dihimpun oleh 14 institusi dari CNBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,94% (year on year) dan kontraksi 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter) pada kuartal I-2025.

Sebagai catatan, ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2024 tumbuh sebesar 5,02% yoy. Jika proyeksi ini sesuai dengan hasil pengumuman BPS, maka pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun ini diperkirakan akan melambat, mirip dengan pertumbuhan pada kuartal III-2023.

Secara historis, ekonomi Indonesia cenderung berkembang lebih cepat pada bulan Ramadan karena peningkatan konsumsi barang dan jasa. Konsumsi rumah tangga menyumbang 53,71% terhadap PDB, sehingga pergerakan konsumsi masyarakat memang sangat berpengaruh terhadap laju ekonomi negara.

Meskipun ada penurunan konsumsi rumah tangga, sektor investasi asing tetap menunjukkan hasil positif. Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa investasi yang terealisasi pada kuartal I-2025 mencapai Rp465,2 triliun, meningkat 15,9% dibandingkan kuartal IV-2024.

Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp230,4 triliun, atau 49,3% dari total investasi, yang menunjukkan kenaikan sebesar 12,7% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Neraca perdagangan Indonesia pada kuartal I-2025 juga mencatatkan surplus sebesar US$10,92 miliar, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor mengalami peningkatan, terutama di sektor migas dan nonmigas, meskipun impor juga menunjukkan kenaikan.

Belanja pemerintah juga mengalami kenaikan sebesar 1,37% hingga mencapai Rp620,3 triliun pada periode Januari-Maret 2025, dengan peningkatan signifikan pada belanja pegawai sekitar Rp9 triliun atau 12,4%, seiring dengan pemberian THR.***

Pos terkait