Natal Muram di Kota Kelahiran Yesus, Umat Kristen Palestina Doakan Genosida di Gaza Segera Berakhir

Natal Muram
Sejumlah siswa pramuka membentangkan poster selama prosesi tradisional Kristen menuju Gereja Kelahiran yang secara tradisional diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus, pada Malam Natal di Bethlehem, Selasa (24/12/2024). (Foto: Matias Delacroix/AP Photo).
Kota Bethlehem, yang diyakini umat Kristiani sebagai tempat suci kelahiran Yesus Kristus, merayakan hari kelahiran Sang Mesiah dengan muram, di bawah bayang-bayang genosida Israel.

Mengutip laporan Al Jazeera, malam Natal pada Selasa (24/12/2024) di kota ini sepi dan murung. Tak ada pohon Natal, yang biasanya menghiasi Manger Square. Tak ada lampu-lampu di pusat kota, tak ada kerumunan turis, tak ada marching band, tak ada keceriaan dan tawa anak-anak di sana.

“Tahun ini, kami membatasi kegembiraan kami,” ujar Wali Kota Bethlehem, Anton Salman, menggambarkan kondisi kota yang dilanda kesulitan akibat konflik di wilayah tersebut.

Pembatalan perayaan besar-besaran ini berdampak besar pada ekonomi kota yang sangat bergantung pada pariwisata.

Sebelum perang Gaza, Bethlehem menerima sekitar 2 juta pengunjung per tahun. Namun, pada 2024, jumlah wisatawan yang datang menurun drastis, kurang dari 100 ribu orang.

Hal ini turut memperburuk tingkat pengangguran yang kini mencapai 50 persen di Bethlehem, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka pengangguran di Tepi Barat yang mencapai 30 persen.

Sejak serangan Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu genosida terhadap warga Palestina, kondisi ekonomi di Bethlehem dan daerah sekitarnya kian memburuk. Akses ke kota-kota Palestina di Tepi Barat semakin dibatasi, sementara sekitar 150 ribu orang Palestina yang bekerja di Israel terhalang untuk meninggalkan wilayah mereka. Hal ini menyebabkan penurunan perekonomian hingga 25 persen.

Di tengah kesulitan ini, sejumlah siswa pramuka Palestina terlihat berjalan membawa spanduk bertuliskan, “Kami menginginkan kehidupan, bukan kematian”.

Keheningan yang menyelimuti kota ini semakin terasa ketika pasukan keamanan Palestina memasang pembatas di dekat Gereja Kelahiran, yang merupakan tempat suci bagi umat Kristen.

Malam Natal kali ini juga dipenuhi doa dan harapan bagi umat Kristen di Gaza dan Bethlehem. Di Gaza, di mana serangan Israel terus berlangsung, ratusan umat Kristen Palestina berkumpul di gereja untuk merayakan Natal dalam suasana penuh duka.