Mengubah Cibiran Menjadi Juara: Kisah Vivian Indrawaty, Atlet Esports Putri Timnas Indonesia

Atlet Esport andalan Indonesia Vivian Indrawaty mengaku ingin masuk Olimpiade. Foto:Kemenpora
Perjalanan Vivian Indrawaty, atau akrab disapa Vivian, menjadi atlet esports putri Timnas Indonesia bukanlah kisah yang mulus.

Lulusan D3 Politeknik Negeri Jakarta jurusan Graphic Arts Engineering ini awalnya harus menghadapi berbagai pandangan skeptis, baik dari lingkungan sekitar, teman-teman, bahkan keluarganya.

Namun, Vivian membuktikan bahwa kerja keras dan keyakinannya mampu mengubah pandangan itu menjadi kebanggaan.

Vivian, yang kini memperkuat tim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia, mengingat betapa sulitnya awal kariernya di dunia game.

Bacaan Lainnya

“Waktu itu, banyak yang bilang, ‘Ngapain sih cewek main game? Enggak jelas, buang-buang waktu. Orang tua juga sempat menyayangkan aku yang kuliah, tapi sering main game di rumah,” ungkap Vivian seperti dimuat laman Kemenpora.

Namun, semua cibiran itu tak membuatnya gentar. Sejak 2017, Vivian mulai menekuni dunia esports dengan konsisten. Tahun pertama menjadi masa-masa sulit baginya. “Tahun pertama berat, banyak yang meragukan. Tapi, tahun kedua aku mulai membuktikan kemampuan. Aku terus belajar, tekun, dan tetap disiplin,” ujar peraih medali emas bersama timnas Mobile Legends di SEA Games 2023 lalu.

Vivian memulai karier profesionalnya di tim Bigetron pada 2018. Sejak itu, ia berhasil meraih berbagai gelar, baik di kancah nasional maupun internasional. Di antaranya adalah Final MVP Woman Star League (WSL) Season 4 dan Season 8, serta Juara 1 Unipin Ladies Series SEA Championship 2023.

Kini, Vivian membawa harapan besar untuk meraih gelar juara dunia di ajang IESF WEC 2024. “Persiapan sudah 99 persen. Fokus kami adalah bermain kompak, saling menghormati, dan menghindari kesalahan sekecil apa pun. Targetnya jelas, menang dan kibarkan Merah Putih di negeri orang,” tegasnya penuh semangat.

Di tengah perjalanan kariernya yang terus menanjak, pandangan keluarga terhadap Vivian pun berubah. Ibunya yang dulu sempat meragukan kini menjadi pendukung setia. “Sekarang mamah sudah bangga. Beliau bahkan sering cerita ke orang-orang tentang prestasi aku yang dulu cuma main game di HP, sekarang bisa membawa nama Indonesia,” katanya.

Pos terkait