Penerbangan Australia ke Bali Banyak yang Terganggu Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki

Gunung Lewatobi
Aktivitas vulkanik Gunung Lewatobi Laki Laki pada Rabu (13/11), terpantau mengeluarkan asap. Sejumlah penerbangan dari Australia menuju Bali dibatalkan akibat letusan gunung api yang terletak di Flores Timur, NTT, tersebut. Foto:PVMBG
Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal November 2024 berdampak signifikan terhadap sejumlah penerbangan internasional, terutama yang menghubungkan Australia dengan Bali.

Sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan akibat gangguan yang disebabkan oleh letusan gunung tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam laporan terbaru yang diterima Rabu (13/11/2024), melaporkan bahwa kondisi Gunung Lewotobi masih terlihat jelas meskipun tertutup kabut.

Asap kawah utama yang berwarna kelabu teramati dengan intensitas tebal tinggi, dengan ketinggian gunung mencapai 1.584 mdpl. Dampak letusan gunung ini mempengaruhi penerbangan di sekitar wilayah NTT, khususnya Bali sehingga mengganggu arus wisatawan dari luar negeri.

Pada periode 4 hingga 11 November, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melaporkan sebanyak 46 penerbangan yang terdampak, terdiri dari 30 penerbangan yang dibatalkan dari Bali dan 16 penerbangan yang dibatalkan menuju Bali.

Bacaan Lainnya

“Seluruh komunitas bandara telah mengambil langkah antisipasi bersama, untuk memastikan penanganan yang efektif terhadap gangguan yang terjadi,” ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab dikutip dari Metro TV News.

Pada 12 November 2024, selain penerbangan domestik, sebanyak 22 penerbangan internasional juga terdampak, termasuk 12 keberangkatan dan 10 kedatangan yang terpaksa dibatalkan.

Maskapai yang terdampak memberikan pilihan kepada penumpang untuk melakukan refund, reschedule, atau perubahan rute penerbangan. Bandara juga telah menyediakan fasilitas bantuan seperti helpdesk di terminal internasional dan domestik untuk memberikan pelayanan kepada penumpang yang terdampak.

Namun demikian, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan normal. PT Angkasa Pura I, selaku pengelola bandara, memastikan bahwa berdasarkan hasil observasi aerodrome dan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ruang udara di sekitar bandara tidak terpapar abu vulkanik.

Pos terkait