Israel Serang Tenda Pengungsian di Gaza, Warga Palestina Terpanggang Hidup-hidup

Tangkapan layar dari akun instagram @hani.aburezeq menggambarkan tenda pengungsi di Gaza yang dibakar Israel.
Israel melancarkan serangan bom ke sekumpulan tenda pengungsian di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah, Gaza, pada Senin (14/10/2024) dini hari. Serangan tersebut membakar puluhan tenda serta beberapa penghuninya.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang tengah terpanggang di kobaran api yang melalap tenda. Video itu pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna Instagram yang merupakan warga Gaza.

Rekaman yang beredar itu menunjukkan ledakan besar dan kobaran api besar membumbung dari area tersebut.

“Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan kobaran api yang membakar tenda-tenda, sementara tubuh korban lainnya dilalap api,” tulis laporan itu.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan Al Jazeera, serangan tersebut menewaskan empat orang, sementara 70 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan bom yang diluncurkan jet tempur Israel itu.

“Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena tim penyelamat bergegas menyelamatkan korban selamat,” demikian laporan Al Jazeera.

Media yang berbasis di Qatar itu juga memberitakan bahwa kebakaran akibat serangan bom Israel ke kamp pengungsian itu terlihat parah. Seseorang di dalam rumah sakit menggambarkan ledakan keras dan api langsung menyebar melalap tenda-tenda di sana.

Tenda-tenda ini terbuat dari plastik, nilon, dan potongan kayu membuat api menyebar dengan cepat juga.

“Kita berbicara tentang 20 hingga 30 tenda yang hancur total, terbakar habis,” katanya.

Terdapat banyak orang di dalam tenda saat api menyebar yang tidak berhasil diselamatkan.

Netanyahu Berencana Bikin Warga Gaza Kelaparan

Sementara itu, menurut laporan Associater Press (AP), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah mempertimbangkan rencana menghentikan bantuan ke Jalur Gaza utara. Strategi itu bisa menyebabkan ratusan ribu warga di wilayah tersebut mengalami kelaparan.

Strategi Netanyahu itu, menurut AP, untuk membuat gerilyawan Hamas kelaparan. Namun jika taktik itu diimplementasikan, maka dapat menjebak ratusan ribu warga Palestina yang tidak mau atau tidak dapat meninggalkan rumah mereka tanpa akses makanan ataupun air bersih.

Rencana yang diusulkan ke Netanyahu dan parlemen Israel oleh sekelompok jenderal pensiunan akan meningkatkan tekanan, dan memberi waktu warga Palestina seminggu untuk meninggalkan sepertiga utara Jalur Gaza, termasuk Kota Gaza, sebelum mendeklarasikannya sebagai zona militer tertutup.

Mereka yang memilih tetap tinggal di sana akan dianggap sebagai pejuang, yang berarti peraturan militer akan memungkinkan pasukan untuk membunuh mereka. Israel juga bakal memblokade akses makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar ke wilayah itu.

Hal itu berdasarkan salinan rencana yang diberikan kepada The Associated Press oleh kepala arsiteknya, yang mengatakan rencana itu adalah satu-satunya cara untuk menghancurkan Hamas di utara dan menekannya untuk melepaskan sandera yang tersisa.

Rencana itu menyerukan Israel untuk mempertahankan kontrol atas utara Gaza dalam jangka waktu tidak terbatas guna mencoba menciptakan pemerintahan baru tanpa Hamas. Hal itu akan membelah Jalur Gaza menjadi dua.

Belum ada keputusan dari Pemerintahan Netanyahu apakah akan sepenuhnya melaksanakan rencana yang dijuluki ‘Rencana Jenderal’ itu. Sejauh ini juga belum jelas seberapa kuat rencana itu dipertimbangkan.

Tetapi seorang pejabat dengan pengetahuan tentang masalah ini mengatakan bagian dari rencana tersebut sudah dilaksanakan, tanpa menentukan bagian mana. Pejabat kedua, yang adalah orang Israel, mengatakan Netanyahu telah membaca dan mempelajari  rencana itu.

Tetapi dia tidak mengatakan apakah ada bagian rencana tersebut yang telah diadopsi. Para pejabat berbicara dengan syarat anonim, karena rencana itu tidak seharusnya dibahas di depan umum.

Pos terkait