Semarang – Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (Opshid FKMYE) baru saja meluncurkan inisiatif yang penuh inspirasi: pembangunan 80 unit Rumah Syukur Layak Huni. Program ini bertujuan untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi simbol persatuan dan kepedulian di tanah air.
Tahun ini, Opshid FKYME Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang membangun rumah layak huni untuk masyarakat dhuafa di empat titik wilayah Kabupaten Semarang.
Rumah yang dibangun warga Shiddiqiyyah tersebut adalah milik Ibu Suwantini (istri veteran ’45 Alm. Mbah ponco), Desa Jlumpang, Kecamatan Bancak, Ibu Sugiyem (dengan kondisi kesehatan lumpuh), Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Ibu Suparni, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, dan Bapak Samtoni, Desa Banjarsari, Kecamatan Suruh.

Rumah Sykur Titik 1 Ibu Suwantini Desa Jlumpang Kec Bancak, progress pengerjaan hari keenam. (Foto: Dok Ist/ Eko)”Semua dilakukan atas kerjasama dan gotong-royong OPSHID FKYME Kota Salatiga dan Kab. Semarang, warga Shiddiqiyah, para simpatisan. Proyek Rumah Syukur ini non-politik dan tidak memandang ras, suku, maupun agama. Tanpa proposal ke instansi pemerintah, bantuan partai politik dan swasta”, ujar Eko, salah satu aktivis OPSHID FKMYE Kab Semarang kepada redaksi Samudrafakta, Kamis (19/9).

Eko mengatakan, proyek bedah rumah sebagai ejawantah ajaran keimanan dan kemanusiaan ini dilaksanakan dalam waktu relatif singkat ini, didanai oleh kemandirian serta gotong royong pemuda Shiddiqiyyah dan warga Shiddiqiyyah Salatiga dan Kabupaten Semarang.
“Pengerjaan sudah berlangsung seminggu. Untuk peletakan Batu Syukur titik 1 dan 2 dilaksanakan pada 14 September. Sedangkan peletakan Batu Syukur titik 3 dan 4 dilaksanakan pada 16 September. Target 40 hari selesai dan diresmikan pada 28 Oktober 2024. Total dana untuk pembangunan keempat rumah layak huni tersebut sekitar Rp 500 juta. Semuanya hasil swadaya dan keikhlasan warga Shiddiqiyyah”, ungkap Eko.





