BOJONEGORO—Bupati Bojonegoro periode 2018-2023, Anna Mu’awanah, batal mencalonkan diri kembali untuk periode keduanya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro 2024 ini. Pasalnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)—partai pengusung Anna—mengeluarkan rekomendasi untuk Setyo Wahono, yang merupakan adik Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.
Dalam Pilkada Bojonengoro kali ini, menurut Anna, sebagaimana disampaikannya melalui pesan grup aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) yang tersebar di media, ada ‘tangan panjang’ yang melarang pencalonannya.
“Sebenarnya rekomendasi dari PDIP sudan turun. Tetapi saya patuh kepada pimpinan, karena ada ‘tangan panjang’ yang melarang saya maju,” kata Anna melalui pesan singkat kepada Samudra Fakta, Jumat (30/8/2024). Namun demikian, Anna tidak menyebut secara spesifik ‘tangan panjang’ yang dia maksud.
Anna Muawanah, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bojonegoro, berhasil mengantarkan partainya menjadi pemenang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Bojonegoro, dengan perolehan 13 kursi di parlemen. Namun, keberhasilan politik kepala daerah yang kerap dipanggil “Buk’e” oleh warga Bojonegoro ini tak cukup untuk memberinya rekomendasi ‘nyalon’ lagi.
Rekomendasi DPP PKB justru turun untuk bakal pasangan calon Setyo Wahono-Nurul Azizah dalam Koalisi Bojonegoro Maju (KBM).
Anna Mu’awanah—yang terpilih sebagai Anggota DPR RI dapil Bojonegoro-Tuban—pun mengungkapkan beberapa hal terkait kandasnya pencalonannya sebagai bupati, sekaligus berpamitan kepada masyarakat Bojonegoro.
“Sejatinya tanggal 29 Agustus 2024, pukul 16.00 WIB kami bakal pasangan calon (Anna – Teguh) akan mendaftar di KPUD. Dalam proses itu sebutlah ‘cerita alam’ tangan panjang melarang saya untuk maju sebagai calon Bupati Bojonegoro 2024-2029,” ujar mantan bupati yang mendapatkan sederet penghargaan selama menjabat, karena dinilai berhasil membangun Bojonegoro ini, dalam pesan singkat tersebut.
Selain menyampaikan soal larangan mencalonkan diri sebagai bupati, Anna juga mengucapkan terimakasih kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga besar, rekan media, relawan, sahabat dan simpatisannya atas doa dan dukungan yang diberikan selama ini.
“Mari kita terima dengan lapang dada dan legowo atas peristiwa politik tersebut. Yakinlah suatu saat kemurahan alam demokrasi, khususnya di Bojonegoro, akan lebih bersahabat dan berkeadilan bagi seluruh warga Bojonegoro,” pesannya.
Pengurus DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi, saat mengantarkan pendaftaran Setyo Wahono-Nurul Azizah di KPU Bojonegoro, mengaku tidak tahu pasti alasan DPP PKB memberikan rekomendasi kepada Setyo Wahono-Nurul Azizah dalam Pilkada Bojonegoro 2024.
“Tidak tahu. Saya di sini atas perintah DPP PKB,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait alasan DPP PKB memberi rekomendasi kepada Setyo Wahono-Nurul Azizah dan bergabung dengan Koalisi Bojonegoro Maju (KBM).





