Tren ‘Gak Bisa Yura’ Hingga Manfaat dan Mudarat Curhat Berlebihan di Media Sosial

Kalimat ‘Gak Bisa Yura’ mengguncang media sosial. Kalimat itu banyak dipakai warganet, konten kreator, selebritas, hingga politisi dalam bentuk video, meme, atau cuitan di di TikTok, Instagram, Facebook, serta X–yang dahulunya Twitter.

Usut punya usut, ternyata tren ini bermula dari lagu “Risalah Hati” milik Dewa19 yang kembali dinyanyikan Yura Yunita. Hal ini merujuk pada lirik ‘Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta.’

Sekadar informasi, lagu “Risalah Hati” dari band Dewa 19 yang dibawakan ulang oleh Yura, aslinya dirilis pada tahun 2000 dalam album “Bintang Lima”. Video klip lagu “Risalah Hati” versi Yura Yunita dirilis di kanal YouTube-nya pada tanggal 23 Juli 2021. Namun, baru-baru ini, bagian reff dari lagu “Risalah Hati” sering digunakan sebagai latar musik video TikTok untuk tren “gak bisa Yura”.

Warganet ramai-ramai curhat pada sang pelantun “Tutur Batin” ini, seakan sedang menjawab pertanyaan darinya. Kalimat warganet ini terbagi dari dua golongan, antara “Aku bisa, Yura” atau, “Nggak bisa, Yura,” tergantung konteks dari warganet. Kemudian, netizen mengaitkannya dengan kreasi mereka masing-masing sebagai ungkapan terhadap ketidakmampuan terhadap mengubah sesuatu meskipun dipaksakan.

Bacaan Lainnya

Gayung bersambut, Yura Yunita menanggapi tren tersebut di akun Instagram official-nya @yurayunita. “Kamu bilang Ga bisa, Yura. Kenapa ga bisa?” tanya Yura Yunita dikutip dari akun Instagram @yurayunita, Senin (5/8/2024).

Lebih jauh, Yura Yunita merasa berterima kasih dengan apresiasi netizen atas lagu yang ia nyanyikan tersebut. Netizen bahkan sampai mau berbagi keluh kesah menggunakan lagu dengan suaranya tersebut.

“Lagu Risalah Hati kolaborasi aku dan Dewa19 ternyata banyak mewakili perasaan hati teman-teman ya. Terima kasih karena sudah meluapkan perasaanmu lewat lagu ini,” tutur Yura Yunita.

Sebagai hadiah, Yura pun mengunggah video penampilannya menyanyikan lagu tersebut di Pertunjukan Tutur Batin Yura di kanal You-Tube YURA YUNITA.

Jika diamati dari format penggunaannya di medsos, arti gak bisa yura adalah sebuah ungkapan untuk menceritakan kegalauan seseorang dalam hubungan asmara. Istilah itu juga dipakai untuk menyampaikan ketidakmampuan seseorang dalam menggapai atau mempertahankan kisah cintanya.

Padahal lirik lagu ‘Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta”, sejatinya mengandung optimisme buat menggapai sesuatu, khususnya soal cinta. Bukannya malah bisa menggapai sesuatu yang sulit, para warganet justru merespons lirik dari lagu yang dinyanyikan ulang Yura Yunita itu dengan kreatif dan lucu, yakni menceritakan kisah sebaliknya yang berisi kegagalan atau ketidakmampuan.

Alhasil, respons itu beresonansi dan membuat istilah “gak bisa yura” menjadi viral di medsos. Tak sedikit pengguna yang memakai istilah gak bisa yura untuk menyampaikan kisah soal percintaannya. Ada yang menyedihkan, tragis, tapi kadang kocak dan kreatif.

Selain soal asmara, istilah gak bisa yura juga tak jarang dipakai untuk menceritakan kegagalan-kegagalan di masalah lain, seperti pekerjaan, pertemanan, dan sebagainya. Adanya ruang untuk berbagi kisah kegagalan yang unik lewat istilah ‘gak bisa yura’ memancing warganet latah mengikuti tren, yakni curhat berjamaah di media sosial.

Di era digital, media sosial telah menjadi wadah yang sempurna untuk berbagi cerita, pengalaman, dan pikiran. Salah satu fenomena yang semakin umum terjadi di dunia maya adalah “curhat” atau berbicara terbuka tentang perasaan. Sudah menjadi kelumrahan, pengguna media sosial membagikan perasaan, pengalaman, atau masalah pribadi secara terbuka di berbagai platform. Curhat berlebihan di media sosial biasa disebut dengan istilah hyperhonest dan oversharing.

Pos terkait