AGADIR – Saat teknologi perbankan modern mendominasi dunia keuangan, penemuan menakjubkan dari Maroko menawarkan pandangan yang mengejutkan ke dalam sejarah sistem keuangan. Lumbung-lumbung kuno yang dikenal sebagai “Igudar”, yang berusia lebih dari seribu tahun, kini diakui sebagai sistem perbankan tertua di dunia.
Berita ini mencuri perhatian internasional setelah diliput oleh Reuters dan media global seperti Yahoo! News. Memicu rasa ingin tahu tentang bagaimana masyarakat kuno mengelola kekayaan mereka, jauh sebelum bank-bank modern muncul di peta keuangan dunia.
Igudar, bentuk jamak dari “Agadir,” adalah lumbung-lumbung yang digunakan oleh masyarakat Amazigh di Maroko sejak berabad-abad lalu. Para peneliti percaya bahwa lumbung-lumbung ini adalah bentuk awal dari sistem perbankan. Mereka tidak hanya menyimpan biji-bijian seperti jelai dan gandum, tetapi juga dokumen hukum dan perhiasan.
“Lumbung-lumbung kolektif ini mungkin merupakan indikasi pertama munculnya bank, karena mereka memberikan tempat yang aman untuk melindungi harta benda,” ujar peneliti Maroko, Profesor Khalid Alaroud, kepada Reuters. “Lumbung-lumbung ini sudah setua gunung-gunung ini, bahkan sulit untuk menentukan tanggal pendiriannya.”
Lumbung-lumbung Igudar dikelola dengan sistem yang canggih pada zamannya. Setiap keluarga suku Amazigh memiliki lumbung sendiri, menyimpan barang-barang berharga, mulai dari dokumen hingga perhiasan. Beberapa lumbung cukup besar untuk digunakan sebagai tempat berlindung selama masa perang atau bencana–seperti kekeringan dan kelaparan.
Temuan menarik menunjukkan bahwa beberapa lumbung bahkan memiliki ruang untuk melindungi barang-barang berharga dari tikus, berkat adanya kucing peliharaan.
Pengelolaan lumbung-lumbung ini dilakukan melalui tablet atau papan yang mencatat barang-barang berharga dan pemiliknya. “Tablet Agadir Oujarit, yang ditulis pada tahun 1492, adalah salah satu tablet tertua yang diketahui oleh peneliti,” ungkap Alaroud seperti dilansir dari Morocco World News.
