Cristiano Ronaldo vs Kylian Mbappé: Siapa yang Akan Bersinar di Perempat Final Piala Eropa2024?

HAMBURG — Sudah menjadi rahasia umum kalau Kylian Mbappé adalah penggemar berat Cristiano Ronaldo. Hampir semua gaya dan permainan Mbappé sangat mirip dengan mega bintang asal Portugal tersebut. Namun kali ini, keduanya akan berlaga di Volksparkstadion, Hamburg, untuk membuktikan siapa yang terus bersinar atau tenggelam ditelan waktu.

Di seberang lapangan, bayangan Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappé memanjang, dua sosok yang akan menjadi magnet perhatian malam ini. Laga ini bukan sekadar perempat final Piala Eropa 2024. Ini adalah duel takdir yang seolah ditakdirkan untuk terjadi di perempat final–semestinya laga final–. Kick-off pukul 02:00 WIB, namun ketegangan sudah terasa di jalanan Hamburg, Jerman.

Portugal datang dengan beban sejarah dan harapan. Mereka pernah merasakan manisnya kemenangan di Piala Eropa 2016, namun kali ini, mereka menghadapi juara dunia 2018, Prancis. Kedua tim belum menampilkan permainan terbaik mereka di turnamen ini. Namun, di lapangan inilah kesempatan mereka untuk benar-benar mempertaruhkan klaim mereka sebagai pesaing sejati. Pertarungan ini bukan hanya tentang siapa yang lebih kuat, tapi juga siapa yang lebih siap menghadapi tekanan.

Penjaga gawang Portugal, Diogo Costa, menjadi pahlawan saat melawan Slovenia. Tiga penyelamatan dalam adu penalti mengantarkan Seleção ke perempat final. Namun, di hadapan mereka kini ada pertahanan baja Prancis, yang telah mencatatkan tiga clean sheet dari empat pertandingan. Jules Koundé dan William Saliba menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah ujian besar bagi kami,” kata Carlos Machado, reporter Portugal seperti dilansir laman UEFA. “Roberto Martínez harus membuat penyesuaian taktis. Mungkin untuk pertama kalinya di Jerman, Seleção harus bertahan lebih lama dan memanfaatkan sedikit peluang yang ada.”

Di sisi lain, Alex Clementson, reporter Prancis, melihat pertandingan ini sebagai final yang lebih awal. “Prancis punya sejarah sukses di turnamen berturut-turut, namun ada perasaan bahwa mereka punya level lebih tinggi yang belum terlihat. Pemborosan peluang harus segera diatasi oleh Deschamps.”

Roberto Martínez, dengan sorot mata penuh determinasi, menyadari tantangan yang ada. “Kami fokus dan siap menghadapi Prancis. Mereka kuat, tapi mungkin akan meninggalkan ruang di belakang lini mereka. Turnamen sekarang memiliki detail yang berbeda, Anda bisa menang melalui adu penalti dan menciptakan momen dengan kualitas individu.”

Deschamps, dengan pengalaman segudang, menekankan pentingnya kerja keras bersama. “Kami punya kualitas dan bakat, tapi banyak tim juga memilikinya. Di level tertinggi, Anda harus solid dan bekerja keras bersama.”

Perjalanan Portugal ke perempat final tidak mudah. Mereka berhasil mengalahkan Ceko dan Turki, namun kalah dari Georgia di fase grup. Di babak 16 besar, mereka bertarung habis-habisan melawan Slovenia hingga adu penalti. Ronaldo, sang kapten, merefleksikan keberhasilan adu penalti dengan bijak, namun ia tahu ujian sebenarnya ada di depan.

Prancis, di sisi lain, menjalani fase grup dengan ketat. Kemenangan tipis melawan Austria, hasil imbang melawan Belanda, dan pertarungan sengit melawan Polandia. Di babak 16 besar, gol bunuh diri Vertonghen memastikan kemenangan mereka atas Belgia. Koundé merasakan kelegaan, namun tantangan sebenarnya ada di depan mata.

Pos terkait