Lutut Thom Haye Lecet Gara-gara Rumput GBK, Netizen: Kebanyakan Digunakan Konser

Akun Instagram @coachjustinl memposting foto kondisi lutut Thom Haye usai melakukan selebrasi luncuran lutut di atas rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Lutut Thom Haye tampak merah-merah alias lecet semua. Foto:Tangkapan Layar

JAKARTA — Penampilan gemilang Thom Haye di lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, menarik perhatian publik setelah selebrasi emosionalnya berujung pada cedera lutut yang tak terduga. Gelombang simpati dan kritik pun mengalir setelah foto kondisi lututnya yang lecet tersebar luas di media sosial.

Gelora Bung Karno, yang beberapa pekan belakangan sering digunakan untuk konser, memperlihatkan kondisi rumput yang memburuk saat Thom Haye merayakan gol debutnya untuk Timnas Indonesia melawan Timnas Filipina. Selebrasi dengan luncuran lututnya di lapangan tidak berakhir mulus seperti yang diharapkan, mengingat rumput yang tak merata dan kurang apik.

Coach Justin, seorang pengamat sepakbola yang aktif di media sosial, mengunggah foto kondisi lutut Thom Haye yang lecet di akun Instagram-nya. “Nih dengkulnya @thomhaye pas merayakan gol dia. Separah itu rumput GBK,” tulis Coach Justin dalam unggahannya, menyoroti kerusakan dan kekerasan yang dialami rumput stadion nasional tersebut.

Kritik dari warganet pun tak terelakkan. Mereka mengecam kondisi lapangan SUGBK yang dinilai tak pantas untuk acara olahraga tingkat internasional seperti kualifikasi Piala Dunia. “GBK kebabyakan di buat konser, STY bilang jangan sering di pakai untuk konser,” ujar  pemilik akun @fr.fahmiramadhan dengan nada sinis.

Bacaan Lainnya

Pengelola SUGBK sebelumnya telah mengklaim telah berupaya untuk memperbaiki kondisi rumput setelah digunakan untuk berbagai acara non-olahraga. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil, seperti yang terlihat dalam laga kualifikasi Piala Dunia pada 6 dan 11 Juni lalu.

Foto lutut Thom Haye yang lecet menjadi bukti visual dari permasalahan ini, mengundang pertanyaan akan kesiapan infrastruktur olahraga Indonesia untuk menyelenggarakan acara internasional yang besar. Warganet mengecam kondisi lapangan dengan sindiran-sindiran seperti “Rumput GBK (Gelora Buat Konser) gak layak,” yang menyoroti prioritas penggunaan stadion untuk konser musik daripada untuk pertandingan olahraga.

Sebagai salah satu stadion utama di Indonesia, perbaikan dan perawatan rumput SUGBK menjadi sorotan utama dalam rangka meningkatkan standar fasilitas olahraga nasional. Diharapkan perbaikan yang komprehensif dapat dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas lapangan yang memadai bagi atlet dan pemain dalam setiap kompetisi di masa depan.

Pos terkait