Mimpi Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026 harus terkubur. Gol tunggal Zidane Iqbal pada 14 menit terakhir pertandingan memaksa skuad Garuda mengakui keunggulan Irak 1-0 dalam laga Grup B Kualifikasi Asia di King Abdullah Sports City, Ahad dini hari (WIB), 12 Oktober 2025.
Kekalahan ini terasa begitu menyakitkan. Sebab, dengan hasil ini, pupus sudah harapan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Tim asuhan Patrick Kluivert dipastikan finis sebagai juru kunci Grup B setelah pada laga pembuka juga menelan kekalahan dari Arab Saudi.
Sebenarnya, Merah Putih tidak bermain buruk. Sejak peluit awal dibunyikan, Calvin Verdonk dkk langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang dari tendangan jarak jauh Verdonk yang masih sedikit melenceng. Dari situasi sepak pojok, sundulan Kevin Diks juga nyaris menggetarkan jala gawang lawan.
Peluang emas didapat Indonesia pada menit ke-14. Laman AFC melaporkan, Mauro Zijlstra yang menerima umpan matang dari Thom Haye sudah berhadapan dengan gawang. Sayang, tekel krusial dari bek Irak, Munaf Younis, berhasil menggagalkan kesempatan pemain berusia 20 tahun itu untuk mencetak gol debutnya.
Irak bukannya tanpa perlawanan. Tim yang kini dilatih Graham Arnold tersebut sesekali mengancam melalui serangan balik. Pada menit ke-29, sundulan Sherko Karim melambung tipis di atas mistar gawang Indonesia. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua, permainan menjadi lebih terbuka. Jual beli serangan terjadi. Pada menit ke-65, Diks kembali mengancam lewat sepakan mendatarnya, namun bola masih bisa diamankan kiper Jalal Hassan.
Petaka bagi Indonesia datang saat laga menyisakan 14 menit. Berawal dari kesalahan bek Rizky Ridho yang kehilangan bola di area berbahaya, si kulit bundar jatuh di kaki Zidane Iqbal. Mantan gelandang Manchester United itu dengan tenang menusuk ke sisi kiri sebelum melepaskan tembakan presisi ke sudut bawah gawang yang tak mampu dijangkau kiper Maarten Paes. Irak unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Indonesia berusaha keras menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan rapat Irak sulit ditembus. Drama sempat terjadi di penghujung laga saat bek Irak, Zaid Tahseen, diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua akibat perselisihan.
Meski unggul jumlah pemain di sisa waktu, Indonesia gagal mencetak gol balasan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Irak tidak berubah. Hasil yang memastikan langkah mereka semakin dekat ke putaran final Piala Dunia 2026, sekaligus memupuskan harapan Indonesia.
Nama Shin Tae-yong Bergema dan Banjir Tagar #KluivertOut
Kekalahan timnas tidak hanya menyisakan kekecewaan di lapangan, tetapi juga memicu gelombang reaksi keras dari para suporter. Pemandangan paling mencolok terjadi langsung di King Abdullah Sports City. Lebih dari 10.000 suporter Indonesia dari layar kaca serempak meneriakkan nama mantan pelatih, Shin Tae-yong, berulang kali. Ironisnya, gema nama pelatih asal Korea Selatan itu terdengar jelas di hadapan jajaran kepelatihan baru yang disebut-sebut sebagai “tim terbaik”.
Di dunia maya, situasinya lebih panas. Jagat media sosial, terutama X (dulu Twitter), dibanjiri luapan kekecewaan publik. Tagar seperti #KluivertOut, #ErickOut, hingga #PSSIOut dengan cepat menjadi trending. Warganet tak segan menyalahkan kebijakan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang mengganti pelatih di tengah momentum positif timnas.
Banyak yang mengaitkan kekalahan ini dengan “karma”. Sebab, mimpi Indonesia pupus pada 12 Oktober, hanya sehari setelah ulang tahun Shin Tae-yong pada 11 Oktober. Sentimen ini menguatkan narasi bahwa PSSI telah menyia-nyiakan fondasi yang sudah dibangun dengan baik sebelumnya. Kekecewaan suporter, baik yang datang langsung ke stadion maupun yang menyaksikannya dari jauh, menjadi pesan keras bagi federasi atas hasil pahit di Jeddah.***





