18 Film tentang Perjuangan Rakyat Palestina yang Wajib Anda Tonton

Keterangan Foto: Kolase Judul Film tentang Aksi Genosida Israel terhadap Rakyat Palestina. FOTO: The New Arab (TNA).
16. The Present (2020)

Film pendek ini menggambarkan perjuangan sehari-hari dan ketidakadilan kecil yang menimpa rakyat Palestina. Seorang ayah dan putrinya yang tinggal di daerah kantong Palestina di Tepi Barat harus melewati Pos Pemeriksaan 300 di Betlehem untuk membawa pulang lemari es baru sebagai hadiah ulang tahun pernikahan.

Sutradara film Inggris-Palestina dan aktivis hak asasi manusia Farah Nabulsi merekam film tersebut – yang terinspirasi oleh kehidupan seorang temannya di Hebron – dalam waktu kurang dari seminggu.

Bacaan Lainnya
17. 200 Meters (2020)

Film ini berkisah tentang Mustafa yang tinggal persis 200 meter dari rumah istri dan anak-anaknya, hanya dipisahkan tembok Israel. Meskipun istrinya, Salwa, telah setuju untuk bekerja di sisi lain perbatasan, Mustafa tetap tinggal di kota Tulkarem di Tepi Barat dan menolak menerima bahwa ia memerlukan visa Israel untuk melintasi wilayah tersebut.

Film ini berkisah tentang perjalanan mengerikan Mustafa untuk menemui putranya, yang dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan. Tidak seperti banyak orang yang terjebak dalam konflik yang seolah tak ada habisnya, Mustafa menolak menerima pengingkaran atas kebebasan bergeraknya. Ini menandai debut film panjang Ameen Nayfeh.

18. Gaza Mon Amour (2020)

Narasi kisah Issa Nasser di Gaza Mon Amour bercerita tentang seorang nelayan berusia 60 tahun yang tinggal di Gaza. Issa yang diperankan oleh Salim Dau menyimpan rahasia cintanya pada seorang penjahit, seorang janda bernama Siham yang diperankan oleh Hiam Abbas.

Suatu hari, dia menemukan patung dewa Yunani kuno di jaring ikannya dan memilih untuk menyembunyikannya di rumahnya. Masalah muncul bagi Issa ketika otoritas Hamas mengungkap keberadaan harta karun misterius tersebut. Narasi halus tentang cinta ini menggambarkan populasi yang terbagi dalam berbagai faksi.

Beberapa orang menganut kepercayaan ortodoks, bersikeras bahwa menganggap Apollo sebagai dewa adalah dosa. Di sisi lain, orang-orang seperti putri Siham, Leila, sangat ingin meninggalkan Gaza dan bergabung dengan diaspora, mencari pelarian.

Terakhir, ada orang-orang seperti Issa yang mengenang laut semasa mudanya, mengenang masa-masa sebelum mereka hanya bisa menangkap ikan yang jaraknya hanya lima kilometer dari pantai.

Film-film di atas dijamin akan memberimu perspektif baru dalam menyikapi genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Banyak kisah yang dapat membuatmu menangis, haru, dan bersimpati kepada para korban.♦

Pos terkait