Wali Kota Eri berharap Sekda dan para asisten bisa mengarahkan ASN untuk bekerja sesuai output dan outcome yang diharapkan. Ia juga meminta mereka keluar dari zona nyaman agar semua target dapat tercapai.
Wali Kota Eri berulang kali meminta ASN untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan kebersamaan, dan guyup rukun. “Jika ada rejeki seperti ini, jangan lupa untuk memperkuat infaq dan shodakoh, karena itu bisa menolak bala untuk keluarga dan Kota Surabaya. Dengan infaq dan shodakoh pula, keluarga ASN Pemkot akan semakin berkah,” katanya.
Selain itu, Eri juga berharap setiap tempat absen fingerprint dipasang CCTV untuk memastikan kehadiran ASN terekam dengan baik sehingga pendapatan mereka tidak terpotong. “Saya ingin tahun depan kita sudah bisa menggunakan absen melalui handphone, semuanya harus digitalisasi, jangan manual lagi,” tambahnya.
Wali Kota Eri juga meminta seluruh ASN untuk mengurangi penggunaan anggaran kertas dan bekerja secara digital. Ia menekankan bahwa Pemkot Surabaya telah menerima penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik se-Indonesia dari Presiden Jokowi, sehingga digitalisasi harus terus dikembangkan.
“Terima kasih kepada semuanya karena Surabaya berhasil mendapatkan penghargaan ini. Ini harus menjadi pelecut semangat kita untuk terus mengembangkan pemerintahan berbasis digital,” pungkasnya.





