Utang Negara, Warisan yang Terus Menumpuk

Orde Baru Menerapkan Balance Budget

Begitu rezim berganti, metode pengelolaan utang negara juga berubah. Untuk menghindari hiperinflasi yang terjadi di zaman Sukarno, pemerintahan Presiden Soeharto menerapkan mekanisme penganggaran dengan balance budget—kendati saat itu belum ada Undang-undang (UU) yang mengatur neraca penyeimbangan keuangan pemerintah.

Pada zaman Orde Baru lah mulai diterapkan disiplin pembiayaan utang multilateral atau bilateral untuk pembangunan. Pemerintah juga mulai ketat menentukan porsi utang yang bisa diambil setiap tahun anggaran. Pada masa itu rasio utang sempat mencapai 57,7 persen terhadap keseluruhan PDB. Saat terjadi krisis moneter pada 1998, utang pemerintah berada di angka Rp551,4 triliun, sementara nilai PDB-nya Rp955,6 triliun.

Bacaan Lainnya

Rasio Utang Melambung di Era Habibie

Ambruknya ekonomi pada 1997-1998 membuat pemerintahan Presiden BJ Habibie harus mengambil utang dalam jumlah besar. Hal itu dilakukan karena situasi ekonomi, sosial, dan politik dalam negeri sama sekali tidak stabil. Utang di masa pemerintahan Habibie mencapai Rp938,8 triliun, sedangkan PDB nasional saat itu sebesar Rp1.099 triliun. Artinya, rasio utang saat itu mencapai 85,4 persen. Andai saja UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara saat itu sudah berlaku, maka rasio utang di era Habibie menyalahi batas rasio utang terhadap PDB, yakni maksimal 60 persen.

Rasio Utang Membaik Sejak Zaman Gus Dur

Di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur, rasio utang sedikit membaik ke level 77,2 persen. Nilai utang pemerintah saat itu sebesar Rp1.271 triliun, sementara PDB-nya Rp1.491 triliun.

Di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri, perekonomian Indonesia mulai pulih dari krisis. Rasio utang juga mulai menurun. Nilai utang saat itu sebesar Rp1.298 triliun, sementara PDB Rp2.303 triliun. Artinya, rasio utang 56,5 persen dari PDB.

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 2004-2014, nilai utang Indonesia mencapai Rp2.608 triliun. Kabar baiknya, PDB Indonesia juga terus tumbuh mencapai Rp10.542 triliun. Artinya, rasio utang di era SBY besarnya 24,7 persen terhadap PDB.

Pos terkait