4. Sediakan sprayer atau botol penyemprot air
Jika suhu yang dirasakan sudah sedemikian menyengat, maka jamaah dapat menyemprotkan air ke bagian kepala, wajah, leher, dan badan untuk menurunkan suhu tubuh. Penyemprotan dapat dilakukan sesering mungkin, terutama saat bagian tubuh yang basah sudah mengering kembali.
Sederhananya, jangan lupa membawa botol berisi air untuk dibasuhkan di bagian tersebut selama pelaksanaan ibadah untuk menurunkan suhu tubuh
5. Gunakan tabir surya sebagai perlindungan dari sinar UV
Memberikan perlindungan kulit dari kekeringan dan iritasi yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari dengan krim pelembab dan perlindungan dari sinar UV.
Oleskan SPF (Sun Protection Factor) yang tinggi pada area kulit yang terpapar sinar matahari, seperti wajah, lengan, dan kaki. Ini akan membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebihan.
6. Kenakan pakaian yang sesuai
Pilih pakaian yang longgar, ringan, dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun. Hindari pakaian yang ketat atau terbuat dari bahan sintetis yang dapat memperburuk panas tubuh.
7. Hindari aktivitas fisik berat
Batasi aktivitas fisik yang berat atau intens di bawah sinar matahari terik. Jika perlu melakukan aktivitas fisik, lakukan di pagi atau malam hari saat suhu lebih rendah.
8. Perhatikan gejala-gejala sengatan panas
Seperti pusing, mual, kulit merah dan kering, kelelahan berlebihan, dan kehilangan kesadaran. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari tempat yang teduh, beristirahat, dan minum air yang cukup.♦





