Sepekan Setelah Lawatan Menlu AS ke Riyadh, Pemerintah Arab Saudi Tangkapi Aktivis Pro-Palestina

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Jeddah, Kerajaan Saudi Arabia (KSA), 20 Maret 2024. FOTO: AFP

Sementara itu, terkait tindakan keras Pemerintah KSA terhadap warganya yang melontarkan kritik, hal tersebut disinyalir terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken melakukan lawatan ke Saudi pada Ahad, 28 April 2024. Kunjungan tersebut berlangsung ketika tenggat untuk mencapai kesepakatan bersejarah yang bakal mendorong Saudi untuk mengakui Israel makin dekat.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, dalam lawatan tersebut Blinken juga membahas “jalan menuju negara Palestina merdeka dengan jaminan keamanan bagi Israel”.

Bacaan Lainnya

Blinken melawat ke Riyadh hampir tujuh bulan setelah konflik di Gaza—yang menghambat kemajuan kebijakan luar negeri Presiden AS, Joe Biden. Lawatan itu juga berlangsung menjelang Pemilu AS pada November mendatang, ketika warga AS bakal menentukan apakah Biden—yang berusia 81 tahun—akan mendapatkan masa jabatan keduanya.

Pada September 2023, sebelum Hamas melancarkan serangan terhadap Israel, Mohammed bin Salman mengatakan kepada Fox News bahwa “setiap hari kita semakin dekat”, yang merujuk pada tercapainya kesepakatan dan peningkatan kemitraan keamanan Washington-Riyadh—termasuk ‘kesepakatan’ tentang pengakuan Israel.

AS sendiri juga terus berupaya untuk menjalin kerja sama sama dengan Riyadh untuk “menemukan jalan menuju normalisasi hubungan” antara KSA dengan Israel.

Arab Saudi, sebagai rumah bagi situs-situs paling suci umat Islam, diketahui tidak pernah mengakui Israel dan tidak bergabung dengan Perjanjian Abraham (Abraham Accords) 2020 yang dimediasi oleh AS. Berdasarkan perjanjian itu pula negara-negara tetangga KSA di kawasan Teluk, yaitu Bahrain dan Uni Emirat Arab, plus Maroko, menjalin hubungan formal dengan Israel.

Pada debat calon presiden AS tahun 2019, Joe Biden menyatakan bertekad akan memperlakukan Pangeran Mohammed sebagai “paria” terkait isu hak asasi manusia, karena KSA tidak mau bergabung dalam Perjanjian Abraham.

Namun, setelah Biden mengunjungi Kota Jeddah dan saling ‘fist-bump’ atau adu kepalan tangan dengan putra mahkota pada tahun 2022, pemerintah AS aktif mengejar kesepakatan antara Saudi-Israel, di mana kesepakatan tersebut—apabila terjalin—bakal memperkuat Perjanjian Abraham sekaligus sebuah kemenangan kebijakan luar negeri pendahulunya, Donald Trump.◼︎

Pos terkait